Hasil Putusan Pengadilan, 450 Pasangan Warga Sulteng Menikah Secara Liar

oleh -
Kantor Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sulawesi Tengah. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Berdasarkan rekapitulasi laporan perkara yang diputus pada Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Januari sampai Juli 2020, terdapat 450 pasangan yang melangsungkan pernikahan secara liar atau nikah dibawah tangan di Sulteng.

“Pasangan yang melakukan pernikahan seperti itu menganggap sah secara agama, tapi tidak bisa dicatatkan menurut hukum negara. Dan itu masih banyak di masyarakat Sulawesi Tengah ini, sebagaimana perkara yang diputuskan sebanyak 450 pasangan hingga Juli,” ujar Hakim Pengadilan Tinggi Agama Sulteng, Tarsi saat ditemui di ruangannya kantor PTA Sulteng, Selasa (11/08/2020).

Dikatakan, nikah liar atau nikah dibawah tangan merupakan pernikahan yang dilangsungkan tidak di hadapan pencatat nikah dari pegawai Kantor Urasan Agama (KUA) setempat.

“Boleh jadi laki-laki datang ke rumah perempuan dan bertemu dengan orang tua dari perempuan tersebut, kemudian pasangan itu dinikahkan orang tuanya secara langsung dan disaksikan dua orang tanpa melalui KUA,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, pernikahan liar seperti itu tidak akan mendapatkan buku nikah, dikarenakan tidak masuk dalam catatan hukum negara.

Tasri menerangkan, hal itu bisa berdampak kepada anak dari pasangan yang melakukan nikah liar. Misalnya ketika sekolah ataupun pasangan itu akan berangkat haji, karena membutuhkan buku nikah.

Dia juga menuturkan, efeknya ketika suami istri yang menikah secara liar, kemudian bercerai atau meninggal dari salah satunya, maka anaknya akan repot di kemudian hari untuk mendapatkan warisan. Apabila ditindaklanjuti sampai pada pengadilan dan tidak memiliki buku nikah, maka akan terjadi masalah baru lagi.

“Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, perlu adanya edukasi kepada masyarakat agar bisa menikah secara resmi,” pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *