Hari Ini, Pansus Padagimo Panggil Pemilik SHM Lahan di Kelurahan Petobo

oleh -
Ketua Pansus Padagimo DPRD Sulteng, Budi Luhur Larengi (Kanan) dan Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si (Kiri).FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Hari ini Selasa (28/07/2020), rencananya Panitia Khusus (Pansus) Palu-Donggala-Sigi-Parigi Moutong (Padagimo) DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) bersama Pemerintah Kota Palu, akan memanggil pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) lahan yang berada di Kelurahan Petobo.

Hal itu diungkapkan Ketua Pansus Padagimo DPRD Sulteng, Budi Luhur Larengi selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Pemerintah Kota Palu yang juga dihadiri Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulteng dan BPN Kota Palu di ruang Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Senin (27/07/2020).

“Jadi kami akan melibatkan masyarakat pemilik lahan di Petobo yang kurang lebih 115 hektar untuk di mintai kesepakatan,” katanya

Dikatakan, Pansus Padagimo akan berjuang untuk bisa memenuhi harapan warga Kelurahan Petobo mendapatkan Huntap.

Dia menyatakan, pihaknya akan mengupayakan lahan yang disampaikan Wali Kota Palu yang berada di Kelurahan Petobo. Jika ada 700 Kepala Keluarga (KK), maka lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan Huntap seluas 45 hektar.

“45 hektar ini, akan kami tindaklanjuti. Insya Allah akan ada pertemuan dengan semua pemilik lahan itu,”ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Palu, Hidayat, M.Si menerangkan, tanah yang sudah diperjuangkan habis-habisan dan pergeseran tanah 800 meter (ke atas) keseluruhannya isi tanah itu sebanyak 115 hektar.

“Nah, tanah 115 hektar ini harapan Pemerintah Kota Palu kemarin, agar supaya warga Kelurahan Petobo tidak dipindahkan dengan harapan memanfaatkan tanah tersebut,” terangnya.

Nemun ternyata, kata Wali Kota tanah 115 hektar itu sudah ada pemilik masing-masing. Pihak Pemkot beranggapan bahwa tanah itu adalah milik negara yang bebas, tetapi ternyata di dalam ada 210 pemilik sertifikat.

Menurutnya, dari penjelasan BPN ada 34 orang yang belum memiliki bersertifikat. Tentunya atas inisiatif dari Pansus Padagimo agar sebagian tanah itu diperuntukkan bagi warga di Kelurahan Petobo.

“Sehingga warga petobo tidak di relokasi lagi di tempat lain. Saya sangat mendukung upaya ini,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *