Hardi : Masih Menunggu SE dalam Penerapan KBM

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi. FOTO : IST

Kegiatan Proses Pembelajaran dan Waktu Libur Bulan Puasa Ramadhan di Satuan Pendidikan kota Palu

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu secara resmi belum menerima Surat Edaran (SE) Wali Kota Palu, terkait dengan konsep penerapan pemberlakuan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) maupun waktu libur di masing-masing satuan pendidikan yang ada di kota Palu, selama bulan suci ramadhan, tahun ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menyampaikan, memang diakuinya hingga sampai saat ini belum menerima Surat Edaran terkait bagaimana penerapan yang akan dilakukan selama bulan puasa ramadhan, dalam proses penerapan KBM maupun waktu libur sekolah.

Hanya saja, sambung Hardi, meskipun pula belum melakukan rapat pembahasan secara internal, namun pada prinsipnya satuan pendidikan yang ada di kota Palu dalam penerapan KBM maupun hari libur sekolah masih mengacu dengan kalender pendidikan yang ada.

“Kita tunggu saja, mungkin hari ini keluar surat edarannya. Sampai sekarang juga kita belum melaksanakan rapat tetapi untuk saat ini kita tetap masih mengikuti kalender pendidikan,” kata Hardi kepada SultengNews.com saat ditemui di kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Paud Al-Alzhar Mandiri Palu,” Rabu (30/3/2022).

“Insya Allah pegawai negeri tidak ada yang libur tetapi untuk anak-anaknya mengikuti kalender pendidikan,” sambung Hardi.

Hardi menambahkan, dengan tetap nantinya menerapkan Protokol Kesehatan yang ketat karena kota Palu masih masuk pada level 3, agar masing-masing satuan pendidikan yang ada bisa menyeleraskan KBM dengan kegiatan-kegiatan keagamaan selama bulan ramadhan.

“Saya berharap kepada teman-teman di sekolah, artinya kegiatan di bulan puasa harus diwarnai dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Entah itu pesantren kilat atau kegiatan tarawih bersama, buka bersama, silahkan, karena belum ada juga surat edaran yang melarang buka puasa bersama,” sebutnya.

“Kalau yang saya yang terpenting dan utama adalah Protokol Kesehatan yang dijaga,” katanya menambahkan.

Sekali lagi ditegaskan oleh Hardi, selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, kiranya setiap guru yang ada di masing-masing satuan pendidikan, untuk tetap mengajar sebagaimana dengan aturan atau kalender pendidikan yang ada dan diminta untuk tidak ada menambah-nambah waktu libur selama bulan puasa ramadhan.

“Jangan sampai guru-guru tambah libur, libur PNS karena guru juga PNS ada waktunya untuk libur atau ada hari-hari tertentu untuk libur. Tetap mengikuti edaran yang ada,” tegasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.