Guru SDN Tanamodindi Belum Semua Gunakan Siga Sesuai Instruksi Kadisdikbud Palu

oleh -

Para guru SDN Tanamodindi saat beristrahat di ruang guru. FOTO : ZAENAL/SN

PALU, SULTENG NEWS.com – Adanya surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, tentang implementasi pendidikan karakter berbasis kearifan lokal berlandaskan iman dan takwa yang salah satu poinnya anjuran pengunaan siga, ternyata belum semuanya diikuti sekolah.

SDN Tanamodindi termasuk sekolah yang belum sepenuhnya mengikuti anjuran di surat edaran Disdikbud Palu. Pantauan media ini, Kamis (1/8/2019) sebagian besar guru belum mengenakan siga.

“Memang kami disini belum semua pakai Siga, karena kami masih melakukan pembenahan. Pihak dinas juga tauh itu, sehingga ada yang pakai ada juga yang belum,” ujar Kepala SDN Tanamodindi, Asmarine S.Pd., M.Pd kepada sultengnews.com saat ditemui di ruanggannya, Kamis (1/8/2019).

Dikatakan, sesuai surat edaran nomor 420/ 2771/ Dikbud/2019 menyebutkan dalam poin pertama, sebagai implementasi pendidikan karakter bagi peserta didik di lingkungan sekolah di harapkan agar menyampaikan kepada seluruh peserta didik di sekolah masing masing untuk menggenakan tutup kepala asal suku/ daerah masing-masing, seperti siga/sampolu bagi peserta didik asal suku kaili, udeng bagi suku bali, blankon bagi suku jawa, songko recca bagi suku bugis dan suku lainnya setiap hari kamis.

Menurut Asmirane, siswa dan guru di SDN Tanamodindi untuk minggu depannya sudah akan menggenakan siga/sampolu, untuk mata pelajaran muatan lokal. SDN Tanamodindi menerapkan bahasa kaili tara, sehingga bagaimana siswa bisa memahami dan berbahasa kaili dengan baik dan benar.

“Untuk guru yang menangani pembinaan ke agamaan tidak sembarang. Harus ada kesepakatan yang tertuang dalam kontrak, serta harus ada surat keputusan dari dinas pendidikan dan kebudayaan Kota Palu agar mereka bisa mengajarkan kepada siswa,” tutupnya. NAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *