Gubernur Tetapkan Sulteng Dalam Satus Keadaan Tertentu Darurat Wabah Virus Corona

oleh -
Gubernur Sulteng, Drs. Longki Djanggola, M.Si saat rapat bersama gugus tugas pencegahan covid-19 di Sulteng di ruang Polibu Kantor Gubernur, Senin pagi (30/3/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Drs. H. Longki Djanggola, M.Si memutuskan untuk menetapkan Sulteng darurat wabah virus corona atau Covid 19.

Keputusan itu tertuang dalam surat keputusan gubernur nomor : 360/134/BPBD-G.ST/2020 tentang penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona di Sulawesi Tengah.

Sebelumnya gubernur rapat bersama gugus tugas pencegahan covid-19 di Sulteng di ruang Polibu Kantor Gubernur, Senin pagi (30/3/2020).

Gubernur juga sudah menetapkan jam kerja Aparat Sipil Negara (ASN) melalui surat edaran yang sejalan dengan edaran Menteri PAN dan RB Tjahtjo Kumolo perihal kebijakan Work From Home (WFH / bekerja dari rumah).

Meski begitu, gubernur mewajibkan jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama lingkup sekretariat agar tetap hadir di kantor.

“Untuk staf (boleh) di rumah saja, tapi bisa dipanggil (ke kantor) kalau memang diperlukan, dan di belakukan piket staf pengelola administrasi secara bergilir,” ujar gubernur.

Gubernur Longki Djanggola juga menginstruksikan pemesanan alat laboratorium lengkap supaya sampel swap dapat langsung diuji dan diketahui hasilnya dalam waktu yang tidak lama.

Terkait Orang Dalam Pemantauan (ODP) khususnya yang baru kembali dari daerah endemik corona, gubernur minta supaya informasi mengenai keberadaan dan kesehatan mereka diteruskan sampai ke dinas kesehatan terdekat dimana mereka tinggal.

Bahkan gubernur berharap, agar perangkat wilayah terbawah seperti RT, bisa bekerjasama mengawasi mereka supaya tetap tinggal di rumah sampai batas waktu yang ditentukan.

Di bagian lain, gubernur berharap supaya sosialisasi pencegahan covid-19 di masyarakat lebih digencarkan lagi karena masyarakat di mata gubernur sudah terlanjur memvonis jika terjangkit (corona) pasti meninggal.

Termasuk meluruskan istilah ODP, PDP, suspek, pasien positif, pasien negatif, gejala terjangkit dan lainnya supaya masyarakat tidak keliru menyikapinya.

“Kita tidak perlu takut asal disiplin menjaga jarak dan Insya Allah (virus corona) bisa disembuhkan,” pungkas gubernur.

Peserta rapat meliputi ketua harian gugus tugas Sekdaprov Dr. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si, kepala satuan kerja pemda, forkopimda, rumah sakit dan organisasi profesi/ahli kesehatan yang tergabung dalam gugus tugas.

(Ro Humas Protokol Setdaprov Sulteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *