Gubernur Minta Masyarakat Patuhi Edaran Pemerintah dan Ulama Ibadah di Rumah Selama Ramadan

oleh -
Gubernur Sulteng, Drs. Longki Djanggola, M.Si saat memimpin Rakor terkait Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19 di ruang polibu Kantor Gubernur, Rabu (22/4/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sulteng melaksanakan rapat koordinasi (Rakor) untuk menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Menteri Agama RI Nomor 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah di tengah pandemi Covid-19 di ruang polibu Kantor Gubernur, Rabu (22/4/2029).

Rakor itu dipimpin langsung Gubernur Sulteng Drs. Longki Djanggola, M.Si dan hadiri Forkompimda Sulteng diantaranya Kepala Kantor Wilayah (Ka Kanwil) Agama Sulteng, Dari Korem 132 Tadulako, Dari Polda Sulteng serta beberapa Organisasi Keagamaan (Ormas) Islam yakni MUI Sulteng, MUI Kota Palu, Forum Kerukunan Umat Baragana (FKUB) Sulteng, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulteng, DDI Sulteng, PB Alkhairat dan IPIM Sulteng.

Gubernur Drs. H. Longki Djanggola, M.Si saat memimpin rapat, menyampaikan bahwa Kementerian Agama RI dan MUI telah mengeluarkan imbauan bahwa pelaksanaan ibadah shalat wajib berjamaah di masjid selama pandemi covid 19 dapat diganti dengan shalat sendiri atau berjamaah dengan keluarga inti dari rumah masing-masing untuk mencegah penularan virus.

Olehnya, untuk menjamin keselamatan dan kekhusyukan umat dalam menjalani ibadah puasa ramadan, maka gubernur merasa perlu mendengar pertimbangan-pertimbangan dari peserta rapat sebelum dituangkan jadi instruksi gubernur terkait penyelenggaraan ibadah ramadan sesuai ketentuan protokol kesehatan pencegahan covid-19 di Sulteng dan SE Mentri Agama nomor SE 6 Tahun 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadan dan Idul fitri 1 syawal 1441 H di tengah pendemi wabah covid 19 .

“Ini untuk mengamankan ibadah puasa dan sekaligus mengedukasi masyarakat supaya patuh kepada edaran-edaran pemerintah dan ulama,” harap gubernur supaya masyarakat tidak bersikeras lagi salat berjamaah di masjid selama ramadan.

Senada dengan gubernur, Kakanwil Kemenag Dr. Rusman Langke, M.Pd menjelaskan ada lebih kurang 13 poin panduan ibadah ramadan dalam SE Menag No 6 Tahun 2020 yang harus dilaksanakan.

Diantaranya yaitu, sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti tanpa mengadakan sahur on the road dan buka puasa bersama, salat tarawih dilakukan secara individu atau berjamaah dengan keluarga inti di rumah masing-masing, tidak melakukan iktikaf di 10 malam terakhir Ramadan di masjid, tidak melaksanakan takbiran keliling serta beberapa kegiatan lainnya.

“Mari kita sambut ramadan dengan beribadah di rumah, belajar di rumah dan memperbanyak tilawah (Al-Qur’an) di rumah,” ujarnya mengajak.

Sementara Ketua FKUB Sulteng Prof. KH. Zainal Abidin Ishak, M.Ag berpandangan bahwa pandemi covid-19 telah membuat kondisi tidak normal yang menyebabkan semua orang jadi tidak sehat dan rentan menularkan atau terjangkit virus corona.

Olehnya imbauan tidak melaksanakan shalat berjamaah di masjid selama pandemi kata mantan rektor IAIN Palu ini adalah alasan rasional untuk mencegah, sebelum lebih banyak orang terjangkit corona.

Ia juga mengajak umat supaya tidak mengedepankan emosi keagamaan dalam beribadah, yang beranggapan bahwa semakin susah kondisi maka semakin tinggi pahala yang diterima seorang hamba.

“Tuhan tidak hanya hadir di keramaian tapi juga hadir di mana-mana termasuk dalam kesendirian dan kesunyian,” pungkasnya meyakinkan supaya umat tidak risau kehilangan pahala meski sementara waktu tidak beribadah dari masjid.

Nampak hadir Wagub H. Rusli Dg. Palabbi, SH, MH, Kapolda Sulteng Irjen Pol. Syafril Nursal, Danrem 132/Tdl Palu Kol. Agus Sasmita, Kajati Sulteng, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ir. H. Faisal Mang, MM, Karo Kesra Dra. Sitti Hasbiah Zaenong, M.Si, dan ormas islam .

Sumber : Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *