Gempa di Palasa, Masyarakat Keluhkan Belum Ada Bantuan Dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong

oleh -
Masyarakat Kecamatan Palasa, Desa Palasa Tangki, saat mengungsi di halaman rumahnya. FOTO : Salah satu masyarakat Palasa Tangki atas nama Asgar

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Masyarakat Kecamatan Palasa yang tengah dalam situasi ketakutan akibat gempa, keluhkan belum adanya bantuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

“Harusnya Pemda turun tangan sudah, kerena sudah malam ke 3 masih di goyang gempa,”ujar salah satu masyarakat Palasa, Rusno Tanriono saat dihubungi sultengnews.com, Minggu (29/11/2020).

Rusno mengatakan, sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah daerah. Padahal, gempa di Kecamatan Palasa terus terjadi dan membuat masyarakat ketakutan.

“Belum ada bantuan dari pemda,”katanya.

Seharusnya, kata Rusno, di tengah situasi gempa yang terjadi di Kecamatan Palasa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Parimo telah siap di lokasi untuk mengevakuasi masyarakat setempat.

“Harusnya Pemda sudah hadir di tengah-tengah masyarakat. BPBD Parimo harus ada di lokasi untuk evakusi masyarakat, sekarang masyarakat lagi bingung kemana arah yang aman,”tegasnya.

Bahkan, menurutnya, mitigasi bencan dari pihak Pemerintah Kabupaten Parimo pun tak urung dilakukan, dia merasa kasihan dengan masyarakat yang masih minim pengetahuan terkait dengan mitigasi bencana itu.

“Arahan-arahan dari Pemda belum ada, kasian masyarakat di biarkan sendiri tampa ada pemerintah hasir dalam membantu,”tuturnya.

Senada dengan itu, Masyarakat Desa Palasa Tangki, Asgar mengungkapkan, Sejak Jumat (27/11/2020) malam, saat gempa sudah mulai terasa kuat guncangannya dengan magnitudo 3,2 SR. Masyarakat sudah mengungsi di halaman rumah.

Asgar menyebut, saat ini baru pemerintah desa selalu memberikan himbauan kepada masyarakatnya untuk berhati-hati dalam situasi gempa.

“Untuk bantuan saat ini belum ada, karna masyarakat masih bisa melakukan aktifitas seperti biasanya. Cuman pemerintah setempat (Kepala Desa) sering memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap waspada,”sebutnya.

Asgar menegaskan, jangankan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Parimo, untuk sekedar meninjau masyarakat pun belum terlihat batang hidungnya.

Bagi Asgar yang menjadi kebutuhan utama untuk masyarakat Kecamatan Palasa yakni tenda pengunsian, karena skarang masih memakai tenda seadanya dengan beratapkan langit, losien anti nyamuk dan obat obatan untuk menjaga daya tahan tubuh.

“Untuk makan dan minum masyarakat masih mampu untuk menyediakan. Semoga pemerintah setempat dan pemerintah kabupaten sigap dan cepat dalam menangani musibah yg di alami masyarakat Kecamatan Palasa. Tidak nnti menunggu hal-hal yang tidak di inginkan lalu bertindak,”ucapnya.

Sementara, Camat Palasa, Baharuddin SE saat dikonfirmasi mengatakan, masyarakat yang mengungsi sebagian berada di halaman rumah mereka masing-masing dan di lapangan sepak bola terdekat di masing-masing desa di Kecamatan Palasa.

Camat Palasa menuturkan, pihaknya masih berupaya mengantisipasi dan memantau situasi yang berada di Kecamatan Palasa.

“Kitorang masih mengantisipasi ini, sekarang saya masih ada di lapangan, sekarang lagi gawat, saya juga lagi panik dengan warga dan lagi resah,”tuturnya.

Camat Palasa mengaku, bahwa BPBD Kabupaten Parimo sudah turun ke lokasi.

“Sudah turun (BPBD), lokasi dilapangan,saya sudah kordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi,”tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *