Gagal Mencalonkan Diri di Pilkada Sulteng, Rusli Baco Dg Palabbi Fokus Bantu Gubernur

oleh -
Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Baco Dg Palabbi usai mengikuti rapat paripurna di DPRD Sulteng. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Gagal mencalonkan di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Tengah (Sulteng), karena tidak mendapatkan rekomendasi dari partai sebagai syarat pencalonan minimal 20 persen atau 9 kursi di DPRD Sulteng, Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Baco Dg Palabbi fokus membantu Gubernur Sulteng, Drs.Longki Djanggola, M.Si di sisa masa pemerintahan sampai Juni 2021.

“Saat ini saya masih fokus menjalankan tugas-tugas pemerintahan membantu gubernur, kami bersama gubernur akan menyelesaikan tugas kami dan tanggungjawab kami sampai dengan bulan Juni 2021,”ujar Wakil Gubernur Sulteng, Rusli Baco Dg Palabbi selepas rapat paripurna di DPRD Sulteng, Rabu (10/09/2020).

Dikatakan, dirinya memang secara terbuka tidak sempat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, karena belum bisa mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulteng, sebab posisi dia dengan pasangannya Aldi Taher berbeda dengan Anwar Hafid dan Sigit Purnomo Said atau Pasha yang sempat mengantongi beberapa rekomendasi, tetapi dia bersama Aldi Taher tidak mendapatkan satu rekomendasi pun.

“Sehingga saya secara pribadi dengan Aldi Taher sudah menyampaikan kepada teman-teman untuk permohonan maaf, bahwa Insya Allah kedepan nanti dilihat lagi, karena pengabdian ini bukan semata-mata sebagai kepala daerah, tetapi kita bisa mengabdi di semua lini dan tempat lain. Tujuannya satu untuk kemajuan Sulteng,” terang Rusli.

Rusli menyebut, pasangannya Aldi Taher akan kembali berkonsentrasi dengan pekerjaannya sebagai artis, namun menurut dia, Aldi Taher akan kembali mencalonkan, baik itu di Sulteng maupun di daerah lain.

“Aldi Taher tentu akan kembali ke habitatnya, fokus di dunia ke artisannya. Kita bisa melihat saat ini, Aldi Taher enjoy dengan kegiatannya, karena bagi dia kontestasi ini belum berakhir, masih ada waktu-waktu untuk kembali ikut berkontestasi baik di Sulteng maupun daerah lainnya,”sebutnya.

Dia juga menerangkan, proses untuk mendapatkan rekomendasi dan partai pengusung sudah selesai, sebagaimana yang diketahui calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang datang ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng, sudah jelas ada dua pasangan.

Rusli mengungkapkan, yang belum sempat mendaftar, berarti belum ada jodoh dari yang punya partai, baginya ini merupakan bentuk demokrasi yang baik dan proses itu sudah dilaluinya.

“Saya dan pasangan saya sudah berusaha untuk mendapatkan kursi sebagai syarat mendaftar,tetapi mungkin Allah berkehendak lain, kita belum mendapatkan kesempatan untuk mendaftar bersama dengan teman-teman yang sudah lolos sebagai pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng,”ungkapnya.

Dia berharap, khususnya pemerintah daerah Sulteng dengan proses yang sudah berjalan saat ini, sepenuhnya diserahkan kepada KPU Sulteng sebagai penyelenggara Pemilu.

“Kita juga berharap kedepannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulteng, baik Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, berjalan dengan damai dan aman, dan bisa menghasilkan pemimpin yang menjadi harapan masyarakat, baik di provinsi maupun kabupaten/kota yang saat ini melaksanakan kontestasi Pilkada,”tuturnya.

“Tentunya mereka berharap siapa pun yang terpilih kedepan akan membawa perubahan dan kemajuan yang akan baik di Sulteng dan kabupaten/kota,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *