Fraksi Nasdem DPRD Sulteng Minta Anggaran Kesehatan Diprioritaskan

oleh -
Jurubicara Fraksi Nasdem DPRD Sulteng, Ibrahim A. Hafid saat membacakan pandangan umum Fraksi Nasdem atas Raperda APBD Sulteng tahun 2021. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah (Sulteng) meminta agar anggaran kesehatan di Sulteng dapat diprioritaskan.

Anggota Fraksi Nasdem DPRD Sulteng, Ibrahim A Hafid menjelaskan, belanja kesehatan pada Tahun 2021 direncanakan mencapai Rp 338.170.399.266,-. (Tiga Ratus Tiga Puluh Delapan Milyar Seratus Tujuh Puluh Juta Tiga Ratus Sembilan Puluh Sembilan Ribu Dua Rarus Enam Puluh Enam Rupiah).

Ibrahim menerangkan, amanah undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan pasal 171 ayat 1 dan 2 menyatakan bahwa alokasi dana kesehatan minimal 5 persen dari APBN dan 10 persen dari APBD di luar gaji.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, bukan itu saja, 2/3 dari anggaran kesehatan tersebut diperuntukkan bagi prioritas layanan publik terhadap penduduk miskin, lansia dan anak terlantar.

“Belanja bagi Pelayanan Publik penduduk miskin, lansia, anak terlantar hanya mencapai Rp 48.976.526.952,- (Empat Puluh Delapan Milyar Sembilan Rarus Tujuh Puluh Enam Juta Lima Ratus Dua Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Lima Puluh Dua Rupiah) atau proporsinya mencapai 23,06 persen dari Belanja Langsung (belum mencapai 2/3),”ungkap Ibrahim.

“Kami meminta penjelasan Saudara Gubernur karena proporsi tersebut belum memenuhi amanah Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2009,”sambungnya.

Menanggapi hal itu, Wagub Sulteng, Rusli Baco Dg Palabbi mengatakan, prosentase alokasi belanja kesehatan dalam rancangan postur APBD Tahun 2021 telah mencapai 20 persen atau telah sesuai amanat undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Menurut Rusli, rumusan yang digunakan dalam menghitung alokasi belanja kesehatan telah sesuai Permendagri nomor 64 Tahun 2020 tentang pedoman umum penyusunan anggaran pendapatan dan belanja daerah Tahun 2021.

“Prosentase tersebut akan cenderung mengalami kenaikan jika dana transfer umum yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang kesehatan telah diproyeksikan kedalam postur APBD tahun 2021,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *