Forkopimda Parimo Sepakati Tutup Seluruh Aktifitas Tambang Ilegal di Parimo

oleh -
Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai saat ditemui sejumlah wartawan di kantor DPRD Parimo. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyepakati penutupan seluruh aktifitas tambang ilegal atau Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Kesepakatan penutupan PETI di Kabupaten Parimo berdasarkan hasil rapat Forkompinda yang dihadiri oleh Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai, Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto, Kapolres Parimo, AKBP, Andi Batara, SIK, Kajari Parimo, Perwira Penghubung (Pabung) 1306 Donggala, Seluruh Ketua Fraksi DPRD Parimo dan Kadis Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulawesi Tengah (Sulteng), Haris Kariming.

Dalam keputusan bersama itu disebutkan bahwa menghentikan segala aktifitas pertambangan di wilayah Kabupaten Parimo yang tidak memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) secara resmi.

“Dihentikan baru kita menyurat ke Gubernur, tapi sebelumnya Kadis ESDM Sulteng akan melaporkan hasilnya,”ujar Wakil Bupati Parimo, Badrun Nggai usai rapat Forkompinda di kantor DPRD Parimo, Senin (01/03/2021).

Badrun mengatakan, pihaknya akan membuat Surat Edaran (SE) yang kemudian disebarkan kepada Camat di masing-masing kecamatan di Kabupaten Parimo.

“Adapun hasil yang lainnya, kami dari pemerintah daerah akan membuat surat edaran di wilayah untuk camat-camat untuk menjaga seluruh wilayahnya,”ucapnya.

Badrun menyebut, jika ada aktifitas PETI, maka camat harus mengawasi aktifitas pertambangan di daerahnya tersebut.

“Apabila ada penambang ilegal itu mereka (Camat) bisa awasi,”sebutnya.

Bagi Badrun pengawasan terhadap PETI sangat penting, karena menurut dia, jika tambang ilegal tidak di awasi, maka masyarakat akan mendapatkan dampak kerusakan lingkungan.

“Kalau ini kita tidak laksanakan, kita akan kena dampaknya,”tuturnya.

Badrun menyatakan, sebelumnya telah diputuskan bahwa PETI di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo ditutup sementara, maksud dari sementara, kata dia menunggu hasil dari rapat Forkopimda yang baru saja selesai dilaksanakan.

“Sehingga kemarin kita sepakati bahwa, setelah dari Ampibabo sudah diputuskan untuk sementara, sementaranya itu menunggu hasil tadi ini,”ungkapnya.

Badrun juga menegaskan, penutupan PETI tidak dilakukan hanya sementara, namun penutupan PETI sampai pihak berkepentingan mengurus semua proses legalitas pertambangan tersebut.

“Tadi sudah tidak ada lagi istilah sementara, namun ditutup sampai menunggu proses peraturan sesuai perundang-undangan,”tandasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *