FORKI Sulteng Impikan Punya Fasilitas Latihan Memadai

oleh -
Kegiatan rapat koordinasi pengurus FORKI SULTENG di Hotel Parama Su, Sabtu (20/6/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pengprov Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Sulawesi Tengah menggelar rapat koordinasi internal dengan sejumlah pengurus intinya, terkait dengan program-progam pengembangan dalam menciptakan organisasi Forki Sulteng menjadi lebih maju dan berdaya saing.

Dalam salah satu sesi dengar pendapat yang dihadiri Ketua Pengprov FORKI, Yudhi M Tangahu, Waket II I Wayan Suyasa, Kabid Organisasi , Abd Rosid dan Kabid Litbang Ihwan Maduana, pengurus FORKI terpilih ini punya impian besar memiliki sarana latihan yang memadai.

Turut hadir pula pada pertemuan tersebut Ketua Bidang Disiplin Penegakkan Hukum, Abdillah M Masia, Seksi Wasit Veky Palarante, Seksi pertandungan Romus Kalaena, Wasek II Sudyono dan Wasek I Robert Piyoh.

Yudhi M Tangahu kepada menyebut sudah saatnya organisasi yang dipimpinnya punya fasilitas latihan maupun pertandingan dan mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah.

“Secara institusi kita tidak memiliki tempat latihan, bahkan sekretariat pun kita tidak punya. Makanya saya punya mimpi besar mengagas bagaimana kita punya sekretariat sekaligus punya fasilitas latihan maupun pertandingan,” ujar Yudhi di hotel Param Su, Sabtu (20/6/2020).

Menurutnya, untuk penyiapan fasilitas ini tidak mungkin Forki sendiri yang melakukan dan perlu komunikasi dengan steakholder yang terutama dengan pemerintah daerah. Ini yang menjadi pertanyaan pengurus selama ini kenapa Forki tidak punya fasilitas sama sekali, aneh kan. Padahal Forki ini penyumbang (medali). Sepertinya ada diskriminasi dengan cabor lainnya. Dia mencontohkan cabir Basket atau Tenis ada semua fasilitas latihannya. Kenapa Karate tidak ada dan faktanya memang tiada.

“Organisasi Forki sekarang diharapkan terus meningkatkan prestasi dengan cara membina perguruan-perguruan yang ada dengan memperbanyak dojo-dojo yang ada. Dan untuk memerlukan tempat latihan Forki yang sudah lama di idam-idamkan butuh waktu. Semua kalangan harus dirangkul, baik pemda maupun pengusaha dan perguruan-perguruan Karate tapi untuk jarak menengah dulu,” ucap Wasek II, Sudyono memberikan masukan.

Tentara berpangkat Sersan Mayor ini meminta Forki melakukan kordinasi lebih dalam ke Korem 132/TDL terkait dengan penggunaan kompleks olahraga Faqih Rasyid.

“Kalau memang untuk meningkatkan prestasi yang selama ini diharapkan, baiknya Forki melakukan kordinasi dengan pihak Korem 132/TDL yang memiliki tempat latihan di kompleks olahraga Faqih Rasyid. Ketua PB Forki adalah panglima TNI, mau tak mau, suka tak suka kalau ketua umum Forki sudah memberikan support, tentunya semuanya bisa terlaksana soal fasilitas latihan. Jadi , mimpi kita untuk memiliki tempat latihan tetap jalan kalau memang tujuannya untuk memaksimalkan atlet,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *