FKPT Sulteng Bangun Ketangguhan Pelajar Tangkal Radikalisme

oleh -
Diskusi tetantang cara menangkal radikalisme. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggandeng Pemprov Sulteng membangun ketangguhan pelajar tingkat SLTA sederajat untuk menangkal bahaya radikalisme, intoleransi dan terorisme di daerah itu.

Kegiatan BNPT melalui FKPT Sulteng tentang pelibatan pelajar SLTA sederajat dalam pencegahan radikalisme itu bertajuk Kita Indonesia.

“Komponen pelajar menjadi satu sasaran BNPT dan FKPT dalam meningkatkan pemahaman dan kapasitas pelajar tentang bahaya radikalisme, lewat berbagai macam kegiatan deradikalisasi,”ucap Ketua Bidang Pemuda FKPT Sulteng, Sofyan Bachmid, bertempat di Swiss-Belhotel Palu, Selasa (03/11/2020).

Sofyan Bachmid menerangkan, membangun ketangguhan pelajar, salah satunya dengan memberikan pemahaman tentang perbedaan yang ada di muka bumi.

“Pemahaman tentang perbedaan penting ditanamkan kepada para pelajar, agar pelajar dapat menyikapi perbedaan sebagai hal yang lumrah dan seharusnya dilihat sebagai kekayaan bangsa,”terangnya.

Dia mengatakan, pelibatan pelajar SLTA sederajat dalam pencegahan radikalisme, menjadi satu upaya untuk memberikan bekal kepada pemuda/pelajar untuk melawan budaya gerakan radikalisme.

Disebutkan, untuk memberikan wacana dan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya kearifan lokal masing-masing, dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Hal itu diharapkan menjadi bekal kepada para siswa dan pemuda bangsa mengenai nasionalisme, yang ingin dicapai oleh para pendiri bangsa. Serta untuk memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan karakter siswa dan pemuda yang mencintai tanah air dan bangsanya,”sebutnya.

Berkaitan dengan itu Ketua FKPT, Sulteng Muhd Nur Sangadji mengemukakan bahwa pelajar merupakan calon pemimpin masa depan, yang menjadi modal bagi bangsa ini.

Menurut Nur Sangadji, peningkatan kapasitas pelajar untuk menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai perbedaan yang ada di muka bumi, sangat penting.

Di satu sisi, pemuda dan pelajar dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman, yang salah satunya melek dengan teknologi dan media sosial. Namun, bijak dalam bermedia sosial.

“Karena itu, pelajar dan pemuda sebagai generasi masa depan bangsa, harus memiliki pemahaman yang moderat, tidak mudah terpengaruh dengan faham-faham yang berbau radikalisme,”ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulteng Fachruddin D Yambas menyatakan Pemprov Sulteng mendukung pelibatan pelajar dalam mencegah radikalisme.

“Pelajar memiliki kemampuan yang bisa menjadi agen terdepan di lingkungan sekolah, dalam mengkampanyekan tentang harmonisasi dan kerukunan, serta perbedaan yang merupakan sunnatullah,”tuturnya.

Dia menjelaskan, FKPT dan Satgas Sinergitas Pencegahan Radikalisme, merupakan dua wadah yang dibentuk oleh pemerintah yang melibatkan pemerintah daerah.

“FKPT dan Satgas Sinergitas merupakan mitra pemerintah dalam rangka menciptakan keamanan dan kerukunan,”jelasnya.

Dia juga menambahkan, di Sulteng juga telah terbentuk Satgas Sinergitas Pencegahan Radikalisme yang di dalamnya terdapat 38 perwakilan 38 kementerian dan lembaga dari pusat yang ada di daerah.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *