Evaluasi Prodi Dalam Upaya Meningkatkan Standar Mutu Kinerja

oleh -
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Datokarama Palu, Dr. Hamka, M.Ag. FOTO : IST

Kedisiplinan Terhadap Aturan yang Sudah Dibuat

PALU, SULTENGNEW.COM – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu terus melakukan tahapan-tahapan evaluasi terhadap seluruh Program Studi (Prodi) di masing-masing Fakultas, dalam upaya untuk meningkatkan kinerja standar mutu yang ingin dicapai dari tahun 2020-2024.

Ketua LPM UIN Datokarama Palu Dr. Hamka, M.Ag, mengatakan, pelaksanaan Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang bergandengan dengan pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), merupakan bagian dari melakukan tahapan evaluasi kinerja atas seluruh Prodi di semua fakultas, dengan upaya untuk bisa mencapai standar mutu yang diinginkan oleh lembaga kampus UIN Datokarama Palu nantinya.

Hal ini tentunya, bisa mengetahui seberapa besar capaian yang sudah dilaksanakan oleh masing-masing Prodi yang disesuaikan dengan pencapaian standar mutu dari Rencana Strategi (Renstra) tahun 2020-2024.

“Ada temuan-temuan yang hampir sama di semua fakultas. Itulah yang kita berkesimpulan ada perseoalan masalah manajerial di level Fakultas, sehingga kita angkat dalam pelaksanaan RTM tadi,” ungkap Dr. Hamka kepada SultengNews.com saat ditemui langsung di ruangannya, Rabu (2/2/2022) siang.

“Itu yang kita bicarakan yang melahirkan rencana tindaklanjut,” sambung Dr. Hamka.

Menurut Dr. Hamka, prinsip dasar yang menjadi acuan dalam pelaksanaan RTM pula adalah hasil evaluasi AMI pada akhir Desember 2021, terkait apakah Renstra tahun 2021 sudah berada dalam level yang sesuai harapan atau belum.

“Itu juga ada beberapa hal yang kita revisi, ditinjau kembali, menurut kita tidak realistis,” sebutnya.

“Kemudian kita tindaklanjuti dalam rapat rencana tindak lanjut, antara lain, ada beberapa Renstra yang perlu di rasionalkan kembali capaiannya, dengan disesuaikan kemampuan kita,” ungkapnya.

Selain itu, dalam pembahasan evaluasi RTM, juga disampaikan terkait dengan aplikasi SIAKAD CLOUD yang baru diterapkan, dengan implikasinya untuk memperbaiki masalah-masalah yang menjadi temuan AMI.

Misalnya, sebut Dr. Hamka, penerapan penggunaan RPS oleh dosen, kontrol mengajar dosen, dengan sebaiknya telah menerapkan menggunan system SIAKAD CLOUD di semua Prodi Fakultas.

“Dengan aplikasi ini nanti otomatis melalui penjadwalan sampai dengan penyusunan RPS, per mata kuliah semua dilaksanakan secara DARING dengan menggunakan aplikasi SIAKAD CLOUD,” ujarnya.

“Begitu juga absensi perkuliahan itu berlangsung secara Daring namun tetap ada evaluasi melalui monev langsung,” tambah Dr. Hamka.

Kemudian, katanya menambahkan, ada beberapa hal poin pula yang menjadi rekomendasi dalam evaluasi pelaksanaan RTM, diantaranya terkait dengan rekomendasi kepada seluruh Prodi untuk pengajuan Instrumen Suplemen Konversi (ISK) Akreditasi.

“Kita rekomendasikan semua Prodi yang bernilai B harus ISK tahun 2022. Yang akreditasi C kita minta untuk reakreditasi atau pengajuan kembali,” bebernya.

“Sehingga kita berharap tahun 2023 itu sudah tidak ada lagi akreditasi C dan sudah tidak ada lagi akreditasi yang menggunakan versi A, B, dan C. Semuanya sudah menggunakan kriteria 9 yaitu Unggul, Baik Sekali dan Baik,” kata Dr. Hamka.

Untuk itu, Dr. Hamka menekankan dan tegaskan, perlunya komitmen bersama, integritas yang tinggi terhadap lembaga, sehingga bermuara kepada memajukan lembaga kampus UIN Datokarama Palu.

“Ini yang perlu di bina di level Prodi sebagai ujung tombak dari semua program akreditasi ini. Karena sebenarnya Renstra lembaga UIN 2020-2024, target lima tahun pertama dalam rencana jangka panjang kita itu, memang idealnya semua aktifitas itu bermuara kepada capaian akreditasi,” kata dia.

“Disinilah yang kita harap pada level Prodi sebagai ujung tombak bisa bekerja maksimal. Kata kuncinya, yakni kedisiplinan terhadap aturan yang sudah kita buat,” tegas Dr. Hamka.(zal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.