Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Kejati Sulteng Tingkatkan Ke Proses Penyidikan

oleh -
Asisten Bidang Pidana Khusus, Edward Malau bersama Asisten Bidang Pengawasan, Teuku Muzakkar SH MH dan Kasi Penerangan Umum, Inti Astuti, SH MH saat konferensi pers di kantor Kejati Sulteng, Jumat (16/10/2020). FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Dugaan ada penyalahgunaan dana desa di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) tingkatkan proses penyelidikan menjadi penyidikan.

Hal itu disampaikan, Asisten Bidang Pidana Khusus (Aspidsus), Edward Malau bersama Asisten Bidang Pengawasan (Aswas), Teuku Muzakkar SH MH dan Kasi Penerangan Umum (Penkum), Inti Astuti, SH MH, saat konferensi pers, di kantor Kejati Sulteng, Jumat (16/10/2020).

“Mulai bulan Agustus surat perintah sudah di keluarkan dan tim sudah bekerja dengan mengumpulkan fakta-fakta. Berdasarkan aturan nomor 5 tahun 2020, tim telah menemukan perbuatan melawan hukum, makanya ditingkatkan pada penyidikan,”ungkapnya.

Menurutnya, penyidikan itu adalah upaya untuk mencari adanya perbuatan melawan hukum, perbuatan melawan hukum itu telah ditemukan.

Dia menerangkan, terkait dana desa yang tidak tepat pengunaannya, karena sudah jelas dana desa itu di pakai untuk mempercepat pembangunan dana desa, namun disalah gunakan, jadi itu salah penggunaannya.

“Penyalahgunaan dana desa ada lima desa yang melakukannya, sebab dana desa mereka alihkan ke hutan mangrove, padahal itu sudah menyalahi aturan,”terangnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Pengawasan (Aswas), Teuku Muzakkar, SH MH, mengatakan, semua kepala desa dan pihak terkait sudah di periksa, dari hasil keterangan ditemukan adanya perbuatan melawan hukum.

“Dari hasil keterangan mereka kita menemukan perbuatan melawan hukum,”ujarnya.

Dia menyebut, diduga dana desa digabungkan dalam pembukaan jalan yang menerobos ke hutan pantai wisata di pantai Mosing Desa Siney.

“Mengenai lahan dana desa, diduga di gabung menjadi membuka jalan menerobos ke hutan mangrove yang menuju pantai wisata di pantai Mosing, jadi itu sudah menyalahi aturan tidak sesuai penggunaannya,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *