Dugaan Pelanggaran Pembagian Sembako Timses Cawali Palu Naik Tahap Penyidikan

oleh -
Komisioner Bawaslu Kota Palu saat menyerahkan berkas laporan ke pihak kepolisian. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dugaan pelanggaran pembagian sembako oleh salah satu Tim Sukses (Timses) Calon Walikota dan Wakil Walikota Palu nomor urut 01 naik ke tahapan penyidikan.

Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Palu melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian atas dugaan pelanggaran tersebut.

“Bawaslu Kota Palu sudah meneruskan terkait dugaan pelanggaran pembagian sembako ke Polres Palu untuk masuk tahapan penyidikan,” ujar Ketua Bawaslu Kota Palu, Ivan Yudharta, saat ditemui sultengnews, Jumat (13/11/2020).

Dikatakan, sebelumnya Bawaslu Kota Palu sudah melaksanakan rapat di tingkat sentra Gakkumdu dan pada pembahasan itu telah disetujui juga pihak Polres dan Jaksa untuk melimpahkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

Ivan menegaskan, kejadian ini sebagai pembelajaran semua Pasangan Calon (Paslon) bahwa dalam hal pembagian sembako tidak boleh dilakukan, apalagi mengatasnamakan relawan. Karena, sesuai kesaksian yang dapatkan Bawaslu Kota Palu, sejumlah oknum yang melakukan pembagian sembako bukan relawan dari Calon Walikota dan Wakil Walikota Palu nomor urut 01.

“Karena sebagian besar yang kami jadikan saksi, diakui mereka (membagikan sembako) ternyata bukan relawan,”tegasnya.

Berdasarkan hasil klarifikasi Bawaslu Kota Palu, menurut Ivan, sebagaimana pembuktian dari data dokumen, oknum yang membagikan sembako itu tidak masuk dalam SK Relawan yang diserahkan kepada KPU Kota Palu.

Ivan menjelaskan, dalam kasus ini ada dua kelompok yang dimintai klarifikasi, pertama adalah kelompok sebagai kordinator di Kelurahan Buluri, Ujuna, dan Baru, sesuai pengakuan dari terlapor bahwa yang membagikan sembako adalah relawan.

“Sejumlah oknum itupun juga mengaku sebagai relawan. Akan tetapi, mereka yang mengaku sebagai relawan tidak bisa dibuktikan secara SK Relawan yang ada di KPU Kota Palu,”jelasnya

Selanjutnya, kata Ivan, terkait warga penerima yang merupakan kelompok kedua, sudah dimintai keterangan, warga mengatakan bahwa sejumlah oknum tersebut yang membagikan bantuan sembako itu bukan relawan.

“Jadi kuat dugaan kami merujuk pada ketentuan Pasal 187 A Undang-undang nomor 10 Tahun 2016, terkait pembagian materi dalam bentuk lain,”ucapnya.

Ivan juga mengungkapkan, selain orang-orang yang membagikan sembako langsung ke warga, terdapat seseorang yang mengkordinir sejumlah oknum itu, diduga merupakan Sekretaris Tim Koalisi 01.

“Sekretaris Tim Koalisi 01 itu ada dalam SK relawan dan terbukti, sesuai dengan pengakuannya sendiri,”ungkapnya.

Menurut Ivan, posisi Sekretaris Tim Koalisi 01 yang membagikan bantuan sembako dengan cara memerintahkan orang-orang untuk membagikan bantuan sembako kepada warga.

“Terkait proses distribusi masuk ditingkatkan pada tahapa penyidikan, karena dari pernyataan tiga Kordinator yang berada di tiga kelurahan yaitu Kelurahan Buluri, Ujuna, dan Baru, menyatakan bantuan sembako dari Sekretaris Tim Koalisi 01,”bebernya.

“Modusnya mengatasnamakan relawan, padahal lembar yang mereka serahkan dalam bentuk kosong, nanti dituliskan sendiri sama warga yang menerima sembako,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *