Dugaan Korupsi Jembatan Palu IV di SP3, LS-ADI Desak Kajati Dicopot

oleh -
Massa aksi dari Lingkar Studi Aksi Dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI), saat menggelar aksi demonstrasi terkait dikeluarkanya SP3 dugaan tindak pidana korupsi jembatan Plu IV Palu di depan kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) jalan Samratulangi Palu, Jumat (02/07/2021). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Lingkar Studi Aksi Dan Demokrasi Indonesia (LS-ADI), menggelar aksi terkait dugaan tindak pidana korupsi jembatan IV Palu bertempat kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng) jalan Samratulangi Palu, Jumat (02/07/2021).

Para pengunjuk rasa kecewa atas dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus dugaan korupsi jembatan Palu IV yang dikeluarkan oleh Kejati Sulteng.

“Kami telah mengawal kasus dugaan tindak pidana korupsi jembatan Palu IV dari tahun 2019 dan telah melakukan 6 kali aksi dan 3 kali audiens dengan pihak Kejati, tetapi selalu dikatakan bahwa kasus ini masih dalam tahapan penyelidikan dan akhirnya pada Juni 2021 kasus itu di tutup atau SP 3,” kesal Mastang selaku Koordinator Lapangan (Korlap) pada aksi unjuk rasa itu.

Menurut Mastang, kasus dugaan pidana korupsi jembatan Palu IV, telah memiliki bukti yang cukup tetapi malah di berhentikan oleh pihak Kejati.

“Kasus ini sudah memiliki cukup bukti, bukan hanya penetapan 3 orang tersangka tapi sudah ada pengembalian uang dari hasil grativikasi oleh salah seorang anggota DPRD Kota Palu. Karena itu, kami menganggap bahwa kasus ini harus tetap di lanjut kan bukan malah dihentikan dengan alasan yang menurut kami tidak jelas,” teriaknya kesal.

Massa aksi menilai, dengan keluarnya SP3 atas kasus dugaan korupsi jembatan Palu IV, menunjukan ketidakseriusan pihak Kejaksaan Tinggi dalam menagani kasus ini, karenanya massa aksi menuntut agar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Jacob Hendrik Pattipeilohy  dicopot dari jabatannya karena tidak mampu menangani kasus korupsi di Sulteng salah satunya dugaan korupsi jembatan Palu IV.

“Atau jangan-jangan saat ini, Kajati sedang “masuk angin”, katanya.

LS-ADI bertekad akan tetap mengawal kasus ini, meskipun pihak kejaksaan telah menutup kasus  pidana korupsi jembatan Palu IV.

“Kami akan tetap mengawal kasus ini, bahkan bukan hanya di daerah tetapi juga sampai pada praperadilan di Kejaksaan Agung serta melakukan pengawalan melalui LBH LS-ADI,” tandas mastang. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *