Dugaan Jual Beli Jabatan, Gubernur Bentuk Tim Investigasi Mengungkap Permasalahan Tersebut

oleh -
Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusdy Mastura saat melantik 361 pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng di Rumah Jabatan Siranindi pada 28 April 2022 lalu. FOTO : HUMAS PEMPROV SULTENG

PALU, SULTENGNEWS.COM – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), H. Rusdy Mastura, akhirnya menyikapi dugaan adanya jual beli jabatan pada pelantikan eselon III dan IV di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng pada 28 April 2022 lalu.

Melalui rilis resmi yang diteruskan bagian Humas Pemprov Sulteng, Gubernur menyampaikan akan segera membentuk tim investigasi untuk mengungkap permasalahan tersebut.

Tim investigasi itu terdiri dari Inspektorat Provinsi, Sekretaris Daerah dan pejabat berwenang.

“Tujuannya untuk segera menjawab hal – hal yang berkembang dan dapat menganggu visi – misi Pemprov Sulteng melakukan reformasi birokrasi,” ujar Gubernur Rusdy Mastura melalui rilisnya, Sabtu (7/5/2022).

Tim investigasi itu akan bekerja gerak cepat dan siapapun yang terbukti terlibat, nantinya akan ditindak tegas sesuai dengan perundang – undangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ketentuan aturan lainnya.

“Dalam waktu tiga bulan ke depan akan kembali dievaluasi kotak jabatan sesuai ketentuan perundang – undangan, sesuai usulan dan kebutuhan organisasi perangkat daerah dan kebijakan pimpinan,” tandas orang nomor satu di Provinsi Sulteng ini.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa pelantikan pejabat eselon III dan IV di lingkup Pemprov Sulteng pada tanggal 28 April 2022 lalu, ada dugaan jual beli jabatan.

Sejumlah orang disebut – sebut telah menyetor sejumlah uang kepada oknum pejabat Pemprov Sulteng, namun tidak mendapatkan uandangan pelantikan.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sulteng, Asri yang dikonfirmasi mengenai dugaan jual beli jabatan ini mengaku tidak tahu – menahu masalah tersebut.

Asri mengakui bahwa nama – nama yang dilantik, digodok dan diusulkan oleh BKD kepada gubernur. Namun dirinya tidak tahu, jika orang – orang yang dilantik itu menyetor uang kepada oknum pejabat tertentu di Pemprov Sulteng.

“Saya sama sekali tidak tahu – menahu terkait dugaan jual beli jabatan itu, BKD sama sekali tidak terlibat jika itu memang benar,” tandas Asri yang ditemui di Kantor BKD Jalan Samratulangi, Jumat (6/5/2022). FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.