Dua Sekolah Bantuan RGE dan Tonoto Fundation Resmi Digunakan

oleh -

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sitty Hasbia N. Zaenong saat menyampaikan sambutan pada peresmian gedung SDN 5 Dolo dan SDN 13 Sirenja. FOTO : MOH. NURFIANSYAH

SIGI, SULTENGNEWS.COM – Dua sekolah bantuan dari Royal Golden Eagle (RGE) dan Tanoto Foundation yakni SDN 05 Dolo dan SDN 13 Sirenja, resmi digunakan hari ini, Kamis (27/2/2020).




Peresmian dua gedung sekolah itu, dilakukan Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sitty Hasbia N. Zaenong mewakili Gubernur Sulteng Longki Djanggola yang berhalangan hadir.

Dalam sambutannya, Sitty Hasbia N. Zaenong memohon maaf atas ketidak hadiran Gubernur Sulteng Longki Djanggola karena masih di luar daerah.

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sitty Hasbia N. Zaenong saat melakukan pengguntingan pita pada peresmian gedung SDN 5 Dolo dan SDN 13 Sirenja. FOTO : MOH. NURFIANSYAH

“Saya diperintahkan oleh pak gubernur untuk menggantikan beliau meresmikan bangunan sekolah ini. Pak gubernur memohon maaf sedalam – dalamnya, sebab tidak bisa hadir dikarenakan ada perjalanan dinas yang penting dan tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Dia sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh RGE Group dan Tanoto Foundation, karena telah membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng dalam pemulihan pasca bencana alam 28 September 2018 silam.

“Saya sangat mengapresiasi bantuan dari RGE Group dan Tonato Foundation. Kami atas nama pemerintah provinsi sangat berterima kasih atas bantuan ini dan berharap bangunan tersebut langsung bisa dimanfaatkan agar pelayanan pendidikan segera berjalan sebagaimana mestinya,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan, bantuan tersebut sejalan dengan misi Pemprov Sulteng yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang nantinya mempunyai daya saing berdasarkan iman dan taqwa.

Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Sitty Hasbia N. Zaenong saat menandatangani prasasti peresmian gedung SDN 5 Dolo dan SDN 13 Sirenja. FOTO : MOH. NURFIANSYAH

“Saya harus mengungkapkan bahwa bantuan ini, sejalan dengan misi Pemprov Sulteng yaitu meningkatkan kualitas SDM yang mampu bersaing baik ditingkat daerah, nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Direktur Asia Pacific Rayon yang merupakan salah satu perusahaan RGE Group, Basri Kamba mengungkapkan bahwa rekontruksi SDN 05 Dolo dan SDN 13 Sirenja merupakan arahan langsung dari pendiri RGE Group dan Tanoto Faoundation, Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto.




“Rekonstruksi kedua sekolah ini, merupakan arahan langsung pimpinan kami, sebab kepedulian sosial adalah salah satu nilai kami dalam bekerja di RGE Group dan Tanoto Foundation,” ungkap Basri Kamba.

Kepala SDN 05 Dolo, Masliati sangat bersyukur atas bantuan yang ada, karena berkat bantuan tersebut proses belajar -mengajar lancar dan siswa – siswa sangat senang dengan bangunan baru itu.

“Alhamdulillah masih banyak dermawan yang mau membantu. Sebelum ada bantuan ini, kelas sekolah kami telah retak akibat bencana gempa dan para siswa takut belajar di dalam. Sempat kami belajar di kelas darurat, para siswa mengeluh karena panas, sekarang mereka semua senang karena sudah memiliki kelas baru,” ujar Masliati kepada sejumlah wartawan di lokasi kegiatan.




Bantuan RGE Group dan Tanoto Foundation untuk bencana Sulteng yaitu, aksi tanggap darurat bencana berupa bantuan yang didistribusikan melalui Yayasan Sayangi Tunas Cilik (Save The Children) sebesar Rp750 juta dan dukungan psikososial untuk korban bencana Rp250 juta, kemudian dukungan pesawat beechacrafft selama 4 hari yang terbang dari Balikpapan ke Palu dan sebaliknya untuk mengangkut bantuan dan sukarelawan senilai Rp1,3 Millar. Selanjutnya, RGE Group dan Tanoto Foundation memberikan bantuan rekonstruksi dua sekolah yakni SDN 05 Dolo dan SDN 13 Sirenja hampir mencapai Rp3,2 Millar, serta bantuan furnitur kelas dan perpustakaan Rp275 juta. MAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *