Dua Perusahaan Tambang di Morowali Berkontribusi Terhadap Pencemaran Danau Tiu

oleh -
Suasana RDP Komisi III dengan para OPD Mitra kerjanya di ruang utama DPRD Sulteng. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dinas ESDM Sulteng menemukan pencemaran dana Tiu di Morowali, diakibatkan oleh dua perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah itu.

Dua perusahaan yang dipantau Dinas ESDM Sulteng adalah PT Sumber Swarna Pratama (SSP) dan PT Mulia Pasifc Resources (MPR) dan menemukan adanya kontribusi dua perusahaan itu terhadap tercemarnya Danau Tiu, sehingga menyebabkan kerusakan sawah – sawah milik masyarakat, jika terjadinya banjir.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sulteng meminta agar pihak ESDM menyiapkan drone untuk memantau pelaksanaan reklamasi tambang PT. IMIP. Hal tersebut diharapkan pemerintah dan DPRD Sulteng bisa mengetahui lokasi yang sebenarnya dan dalam permasalahan izin yang dihadapi harus jelas.

“Selama syarat pemerintah belum terpenuhi, maka perusahaan belum bisa dilanjutkan kegiatannya, sesuai dengan status masing – masing perusahaan pada dinas terkait,” ujar sekretaris Komisi III, Abdul Karim Aljufri dalam RDP itu.

Dia meminta agar dipastikan dokumen -dokumen khusus tentang pemanfaatan limbah agar ESDM dan DLHK tidak perlu menunggu laporan untuk melakukan pengawasan dan pengecekan hingga tidak muncul permasalahan dan demo ganti rugi yang ditimbulkan.

Rapat yang dipimpin sekretaris Komisi III, Abdul Karim Aljufri itu, dihadiri juga anggota Komisi III lainnya yakni Huisman Brant Toripalu, Dra. Marlela, Sri Atun dan Kaharuddin, S.IP.

Mitra kerja Komisi III DPRD Sulteng yang hadir yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Abdul Rahim, Kabid ESDM Mashudi serta mitra kerja lainnya.

Rapat tersebut juga dihadiri Direktur Operasi PT. MPR beserta staf serta perwakilan PT. SSP yang keduanya berlokasi di Kabupaten Morowali Utara.

Sementara PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang berlokasi di Kabupaten Morowali, tidak dapat hadir dikarenakan mereka sedang Lockdown terkait penyebaran Virus Covid-19 atau virus corona. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *