DPRD Sulteng Terima Kedatangan People Tribunan dan Sulteng Bergerak

oleh -
DPRD Sulteng saat menerima People Tribunan dan Sulteng Bergerak. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) menerima kedatangan Organisasi Kemasyarakatan People Tribunan dan Sulteng Bergerak.

Kedatangan People Tribunan dan Sulteng Bergerak diterima Ketua Pansus Padagimo DRPD Sulteng, Budi Luhur dan dua anggota pansus yakni Yahdi Basma dan Wiwik di ruang rapat Paripurna DPRD Sulteng, pada Kamis (25/06/2020).

Ketua People Tribunan Padagimo, Hartati Hartono, SH,MH mengatakan, masih banyak masalah kebencanaan yang belum tertangani oleh Pemerintah Provinsi Sulteng.

Menurut dia, mengenai dana kebencanaan itu turun sesuai finalisasi data korban, pasalnya pendataan yang dilakukan intansi terkait sudah selesai, akan tetapi dana tersebut sampai sekarang belum di berikan. Begitu juga dengan Jaminan Hidup (Jadup) yang sifatnya segera, tapi jadi masalah, tapi katanya dari Pemerintah tidak ada dana.

“Jadi dengan adanya pansus yang baru ini kami minta penyesalan sebenarnya ada apa,”sebutnya.

“Pemerintah lebih banyak sibuk bangun jembatan, bangun patung, tapi mereka tidak sadari ada masyarakat Petobo yang lebih membutuhkan, begitu pun dengan dana santunan,”pungkasnya.

Senada dengan itu, Kordinator Sulteng Bergerak, Ardiansyah Manu mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan negosiasi sudah, bahkan bukan hanya DPRD Kota Palu, tapi juga langsung ke eksekutif yakni Pemerintah terkait tapi belum membuahkan hasil.

“Yang jadi persoalan sekarang, apakah Pansus mau atau tidak untuk menyelesaikan permasalahan terhadap penyintas sehingga permasalahan ini bisa terselesaikan,”ungkapnya.

Dia menerangkan, ada 600 orang yang meninggal tapi ada 400 orang yang tidak masuk namanya sebagai penerima santunan duka.

Bahkan, kata dia, dana stimulan begitu, orang yang harusnya dapat santunan rusak berat dapat rusak ringan atau sebaliknya.

“Apakah DPRD Sulteng sudah melakukan pengawasan sesuai dengan fungsinya. Jadi dewan provinsi harus benar-benar mengawasi apa yang dilakukan eksekutif, walaupun sudah ada Pansus di buat tapi belum ada progresnya,”katanya.

“Kami siap membantu DPRD Sulteng, semua masalah yang terkait penanggulangan bencana, tapi yang kami harapkan dari DPRD Sulteng mau atau tidak untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,”tandasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Pansus Padagimo DRPD Sulteng, Budi Luhur menyebutkan dalam waktu dekat akan mengatur jadwal untuk melakukan pertemuan membahas dana bencana yang bermasalah saat ini.

Dia juga menyampaikan, Pansus Padagimo yang menjadi kendala pembahasan akibat Covid-19, hampir 2 bulan lebih kantor DPRD tutup. Sekarang pun untuk melakukan rapat masih banyak melalui media virtual.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Pansus Padagimo di berikan waktu selama 6 bulan, dan sudah 6 kali melakukan pertemuan, tidak ada yang sia-sia apa yang sudah Pansus lakukan.

Pertemuan Pansus Padagimo, kata dia, dilakukan secara berkualitas karena mengundang pihak yang terkait, karena kalau tidak kendala Covid-19, Pansus sudah turun ke lapangan, ke Sigi Donggala dan Parimo untuk mengumpulkan data.

“Kami akan sandingkan data dari Pemda Provinsi dengan Daerah/Kota, kami juga punya data, yang bisa di minta langsung kepada pemerintah daerah/kota,”ucapnya.

“Yang pasti masalah ini akan kami tindaklanjuti permasalaha, karena ini menjadi perhatian kita bersama,”tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *