DPRD Sulteng Akan Panggil Kapolda Sulteng Bahas Kasus Pembunuhan Qidam

oleh -
Anggota DPRD Sulteng, Budi Luhur Larengi dan Wiwik Jumatul Rofiah saat menerima rombongan Ayak Qidam di gedung DPRD Sulteng, Jumat (26/6/2020). FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tengah (Sulteng) akan memanggil Kapolda Sulteng membahas kasus pembunuhan Qidam yang akan dilaksanakan pada Kamis (02/7/2020) mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Wiwik Jumatul Rofia dalam menanggapi pernyataan dari massa aksi yang menuntut agar kasus Qidam segara di tuntaskan di ruang Baruga DPRD Sulteng, Jum’at (26/6/2020).

Dia mengungkapkan, akan ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang rencananya dilaksanakan hari rabu, namun berubah menjadi hari Kamis.

Pertemuan itu kata dia, sebagai tindaklanjut dari kasus Qidam yang sampai saat ini masi dalam proses hukum terlalu lama.

“Kami juga akan mengundang Forum Umat Islam dan Tim Pembela Muslim juga akan menghadirkan Pemda Poso, DPRD Poso, Polres Poso, Polsek Pos serta Satgas Tinombala di dalam RDP tersebut,”ungkapnya.

“Saya berharap seluruh elemen ini bisa bersama-sama hadir karena kita berkepentingan semua, karena masalah di Poso juga di tempat lain harus segera di tuntaskan, permasalahan dengan hukum harus diselesaikan,” sambung dia.

Secara pribadi, Wiwik juga akan menyampaikan langsung kepada Kapolda Sulteng terkait proses hukum terhadap pembunuhan Qidam.

“Yang salah harus di hukum sesuai dengan hukum negara ini. Yang benar harus di bela siapapun dia, tidak memandang rakyat kecil, baik itu orang kaya atau miskin, tetap sama di depan hukum,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, orang tua Qidam, Irwan mengungkapkan bahwa kedatangannya ke gedung DPRD Sulteng meminta keadilan harus di tegakkan di negara ini.

Dia menyebutkan, kepada anggota DPRD Sulteng sebagai perwakilan rakyat harus bisa membawa aspirasi rakyat memperjuangkan hak rakyat demi keamanan bersama.

Secara tegas dia menyatakan, pelaku pembunuhan kepada anaknya, harus di penjarakan dan di hukum sebagaimana mestinya.

“Saya berharap kepada anggota DPRD Sulteng dapat menyampaikan aspirasi saya kepada pihak penegak hukum terutama kepada Kepolisian,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *