Donggi Senoro LNG Jawab Keluhan Warga Terkait CSR

oleh -

BANGGAI, SULTENGNEWS.com – Pihak PT Donggi Senoro LNG, akhinya memberikan jawaban atas keluhan warga sekitar perusahaan terkait permasalahan Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai tidak serius dalam mensejahterakan masyarakat.

Kepala Devisi Media, Rahmad Aziz kepada sultengnews.com menyampaikan apresiasi atas ketertarikan untuk mengetahui program CSR Donggi Senoro. Namun sangat disayangkan, Rahmat Aziz tidak menanggapi detail keluhan warga. Malah menyampaikan program CSR Donggi Senoro secara umum.     

“Terima kasih atas ketertarikannya untuk mengetahui tentang program CSR kami, semoga penjelasan berikut bisa menambah pengetahuan dan sudut pandang tentang program pemberdayaan masyarakat perusahaan kami,” tulisnya melalui pesat WhatsApp (WA), Selasa (16/7/2019).

Dikatakan, perencanaan program CSR dirancang bersama-sama dengan masyarakat agar sesuai dengan kebutuhan (needs) bukan hanya keinginan (wants), karena filosofi dasar CSR yang berkelanjutan adalah kesadaran dari masyarakat untuk berdaya dan menjalankannya, bukan sekadar charity atau bantuan sesaat.

“Ada unsur capacity building atau peningkatan kemampuan kelompok masyarakat untuk bisa berdaya. Program CSR juga dikoordinasikan untuk diselaraskan dengan program pemerintah daerah,” kata Rahmat Azizi.

Dikatakan, dalam pelaksanaan program CSR selalu dimulai dengan feasibility study dan pilot project atau proyek percontohan. Sebab, pelaksanaan di lapangan bisa jadi berbeda dengan perencanaan. Jika dari hasil percontohan terlihat program dapat dijalankan maksimal dan memberikan manfaat, maka program dapat dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak kelompok masyarakat.

Sebagai contoh, program keuangan mikro yang awalnya dari kelompok ibu-ibu, bisa berkembang hingga beberapa kelompok di tiga kecamatan hingga ada rencana membentuk koperasi simpan pinjam.  Namun jika berdasarkan evaluasi lapangan didapati bahwa proyek percontohan dari program itu tidak berjalan maksimal, sehingga kurang efektif dalam memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, maka program tidak diteruskan.

“Kita lebih fokus pada program CSR yang efektif dan feasible untuk dikembangkan,” ujarnya.

Dalam konsep pemberdayaan katanya, hal seperti itu bukanlah kegagalan tapi bagian dari proses pembelajaran bagi pihak perusahaan dan kelompok masyarakat dalam menemukan program yang sesuai dengan kebutuhan dan memberi kontribusi positif. Sebab, peran perusahaan memang sebatas membantu pemerintah dalam memajukan masyarakat melalui program CSR yang disesuaikan dengan kemampuan perusahaan, bukan penanggung jawab penuh atas kesejahteraan masyarakat luas.

“Itu sebabnya mengapa peningkatan kapasitas kelompok pemberdayaan itu penting, sebab maju tidaknya suatu komunitas masyarakat, tergantung pada kesiapan dan kemampuannya untuk berubah,” tandasnya.

Untuk diketahui, warga sekitar perusahaan mulai mengeluhkan keseriusan pihak PT Donggi Senoro untuk mensejahterakan masyarakat melalui program CSR. Sebab, CSR yang diberikan dinilai hanya sekedar menggugurkan kewajiban semata. Bahkan CSR berupa program pembentukan Lembaga Pengolahan Sampah (LPS) hingga kini belum terealisasi. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *