Disaksikan Ketua Dewan Pers, Forum Pemred Sulteng Dideklarasikan

oleh -

Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Muhammad Nur bersama para Pemimpin Redaksi Media Cetak, Radio dan Online saat pembacaan naskah deklarsi Forum Pemred Sulteng. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.com – Sejumlah pemimpin redaksi di Sulawesi Tengah mendeklarasikan terbentuknya sebuah forum. Forum yang diberi nama Forum Pemred Sulteng ini secara resmi berdiri dan dideklarasikan Senin (15/7/2019) di Hotel Santika Palu.

Sebagai penanda agar forum ini bisa menjadi mitra Dewan Pers, maka deklarasi ini disaksikan Ketua Dewan Pers Prof. Muhammad Nuh serta anggota Dewan Pers Ahmad Djauhar.

Prof. Muhammad Nuh dihadapan belasan Pemred mengapresiasi terbentuknya forum pemred ini. Nuh menyebut forum ini bisa menjadi wadah komunikasi antar pemimpin news room di daerah ini bisa saling bersinergi.

“Selamat atas terbentuknya Forum Pemred Sulteng. Saya berharap forum ini menjadi wadah komunikasi searah para pengambil kebijakan di news room masing-masing,” kata Muhammad Nuh usai deklarasi.

Sejumlah pemimpin redaksi media cetak, online dan televisi hadir dalam deklarasi tersebut. Diantaranya Tasman Banto (pemred Mercusuar), Murthalib (Pemred Radar Sulteng), Andono Wibisono (Pemred Kaili Post), Mahful (Pemred Sultengnews.com), Yardin Hasan (Pemred Palu Ekspres), Abdy Mari (Pemred KabarSelebes.id), Sutrisno (Pemred Jurnalsulteng.com), Udin Salim (Pemred Metro Sulawesi), Indra Yosvidar (Pemred Metrosulawesi.id), Ahmad Banjir (Pemred Brita.id) serta beberapa pemred media lainnya dan disaksikan Ketua AJI Palu M.Iqbal, Ketua IJTI Sulteng Rahman Odi dan Ketua PWI Mahmud Matangara.

“Alhamdulillah, forum ini akhirnya bisa dibentuk dan dapat apresiasi dari Dewan Pers. Semoga ini bisa menjadi bagian penyeimbang dan saling memberi masukan demi sinergitas di redaksi masing-masing,” kata Andono Wibisono, salah satu deklarator Forum Pemred Sulteng.

Hal senanda dikatakan Abdy Mari, deklarator lainnya. Menurutnya, forum ini bisa menjadi bagian penting untuk menjaga keutuhan bangsa melalui pemberitaan media.

“Forum ini bukan bagian pemerintah, tapi forum ini bisa menjadi alat kontrol pemerintah karena media harus independen. Forum Pemred Sulteng inilah yang nantinya bisa menjadi mediator agar semua pihak bisa mendapat porsi di media masing-masing,” tandasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *