Diprediksi Tiga Paslon, Inilah Tiga Partai Tersisa Jadi Rebutan di Pilgub Sulteng

oleh -

Perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng 9 Desember 2020, sangat menarik untuk diikuti dan dicermati. Para kandidat yang akan maju di Pilgub Sulteng, hingga kini masih terus melakukan lobi – lobi ditingkat pusat agar bisa mendapatkan perahu untuk maju di Pilgub Sulteng.

Oleh : Mahful Haruna

Berdasarkan data yang diperoleh sultengnews.com, sejumlah partai yang memiliki kursi di DPRD Sulteng telah mengeluarkan surat keputusan (SK) dukungan kepada pasangan Calon Gubernur (Cagub) dan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) yang nantinya akan diusung pada pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

Pasangan Rusdi Mastura – Ma’mun Amir adalah pasangan pertama yang memenuhi syarat 20 persen karena telah mendapatkan SK dari Partai NasDem (7 kursi), Partai Hanura (2 kursi), PKB (4 kursi) dan PKS (4 kursi) dengan total 17 kursi.

Dengan jumlah itu, pasangan Rusdi Mastura dan Ma’mun Amir sudah bisa dipastikan bisa melenggang maju sebagai pasangan Cagub dan Cawagub Sulteng yang akan dibuka penfaftarannya di KPU pada September 2020 mendatang.

Pasangan lainnya yang juga sudah mulai mendapatkan SK dari partai pengusung adalah Anwar Hafid – Sigit Purnomo Said (AS). Hingga kini, pasangan AS sudah mendapatkan SK dari Partai Demokrat (4 kursi), PAN (2 kursi) dan PPP (1 kursi) dengan total dukungan 7 kursi. Dengan jumlah itu, pasangan AS tinggal butuh tambahan 2 kursi lagi sudah bisa melenggang maju sebagai pasangan Cagub dan Cawagub Sulteng.

Sedangkan pasangan Hidayat Lamakarate – Bartolomeus Tandigala, hingga kini baru Partai Gerindra (6 kursi) yang disebut – sebut telah mengeluarkan dukungan kepada pasangan ini. Namun dengan dukungan Gerindra saja, belum cukup mengantarkan pasangan Hidayat – Bartho bisa maju sebagai pasangan Cagub dan Cawagub karena syarat dukungan minimal 9 kursi atau 20 persen dari 45 jumlah kursi di DPRD Sulteng.

Pasangan Hidayat – Bartho, seperti mendapatkan jalan terjal untuk mendapatkan perahu, karena hingga kini belum ada progres partai apa saja yang akan merapat berkoalisi dengan Gerindra. Pasangan ini disebut – sebut tengah menjalin komunikasi serius dengan PDIP dan Golkar. Namun harus diketahui bahwa pasangan AS (Anwar – Sigit), juga tengah menjalin komunikasi serius dengan PDIP dan Golkar.

Lalu bagaimana dengan pasangan Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) – Clemens Efraim Musa..? Pasangan ini sempat menguat akan diusung Partai Golkar (7 kursi) dan Perindo (2 kursi) sehingga pas 9 kursi. Namun hingga kini, wacana duet pasangan ini mulai meredup, sehingga muncul berbagai spekulasi bahwa Golkar dan Perindo tidak jadi mengusung pasangan NDB – Clemens Efraim Musa.

Jika spekulasi ini benar adanya, maka Partai Golkar, Perindo dan PDIP merupakan partai tersisa yang belum menentukan pilihan ke pasangan Cagub dan Cawagub manapun, sehingga kini menjadi rebutan antara pasangan Anwar – Sigit (AS) dan Hidayat – Bartho.

Tiga partai tersisa itu, masing – masing memiliki kursi yakni Partai Golkar 7 kursi, PDIP 6 kursi dan Perindo 2 kursi. Salah satu partai mana pun dari tiga yang tersisa mengusung pasangan AS ataupun Hidayat – Bharto, maka semunya bisa melenggang maju sebagai pasangan Cagub dan Cawagub Sulteng 2020.

Jika peta politik seperti itu yang terjadi, maka bisa dipastikan jumlah pasangan calon yang akan maju di Pilgub Sultang hanya tiga Paslon yakni Rusdi Mastura – Ma’mun Amir, Anwar Hafid – Sigit Purnomo Said dan Hidayat Lamakarate – Bartolomeus Tandigala. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *