Dinas PMD Parimo Sarankan Pemdes Lebih Aktif Lakukan Pencegahan Covid-19

oleh -
Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Parimo, Ervian Aksa Yosa saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (21/09/2021). FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PARIMO, SULTENGNEWS.COM –  Meski Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, masuk dalam daerah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 tak menyurutkan upaya dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) untuk mengintruksikan kepala desa terus melakukan pencegahan penyebaran covid-19 di desanya masing-masing.

Sekretaris Dinas (Sekdis) PMD Kabupaten Parimo, Ervian Aksa Yosa menyebut, dalam kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang, dana desa menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi masyarakat.

“Di dituasi pandemi covid-19 khususnya yang dilakukan pemerintah desa sebenarnya dalam prioritas penggunaan dana desa itu sudah sangat jelas bahwa peruntukan anggaran desa pertama di prioritaskan untuk pemulihan ekonomi,”ujar Ervian saat ditemui sultengnews di ruang kerjanya, Selasa (21/09/2021).

Menurut Ervian, peruntukan dana desa dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) itulah salah satu cara untuk pemulihan ekonomi masyarakat. Tak hanya itu, kata Ervian, dana desa juga digunakan untuk pembentukan Posko Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di desa dan dimbahkan dengan alokasi 8 persen untuk pengadaan maupun sosialisasi pencegahan covid-19.

“Pemulihan ekonomi ini dalam rangka untuk pemberian bantuan langsung tunai BLT dana desa, kedua pembentukan Posko Satgas Covid-19 di Desa, ketiga ada pemberian alokasi anggaran 8 persen itu untuk operasional covid-19, seperti pembelian masker, sosialisasi, kemudian tempat isolasi mandiri itu bagian dari belanja 8 persen,”jelasnya.

Sehingga, dengan adanya alokasi anggaran dalam penanganan covid-9 di desa, maka Ervian menyarankan agar kepala desa Se Kabupaten Parimo melalui Posko Satgas Covid-19 di desa lebih aktif melakukan pencegahan penularan covid-19.

“Kami pada saat di masa panedmi di Parigi Moutong ini masuk level 3, jadi pertama kami sarankan kepada pemerintah desa bahwa posko covid-19 yang ada di desa lebih aktif lagi melaksanakan pencegahan terutama bagi masyarakat desa yang masuk dan keluar, kegiatannya harus jelas, kemudian masyarakat di desa yang terkonfirmasi covid-19 agar melakukan isolasi mandiri,”terangnya.

“Jadi sebenarnya kami dari PMD himbauan-himbauan itu (pencegahan covid-19), dalam rangka kegiatan-kegiatan itu kita lebih banyak memprioritaskan bahwa pemerintah desa lebih aktif dan efektif lagi untuk penanganan covid-19 di desa, karena ini yang menjadi hal utama yang kita lakukan di masa-masa pandemi sekarang ini,”tandasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.