Dinas Pendidikan Sulteng Harus Sediakan Fasilitas Wifi Saat Masa Belajar Daring

oleh -
Anggota DPRD Sulteng, Ibrahim A Hafid. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tengah (Sulteng) harus menyediakan fasilitas wifi dalam masa belajar daring yang diakibatkan covid-19.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan harus menyiapkan fasilitas wifi yang bisa diakses dan kemudian disiapkan tempat oleh pihak sekolah untuk proses belajar bagi siswa,” papar Anggota DPRD Sulteng, Ibrahim A Hafid, kepada sultennews.com, Sabtu (01/08/2020).

Dikatakan, perlu disiapkan tempat untuk siswa bisa mengakses wifi, sehingga jika ada siswa yang tidak memiliki data mereka bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Selanjutnya kata dia, bagi siswa yang tidak memiliki handphone, maka di tempat itu disiapkan pula laptop.

Dia juga mengungkapkan, perlunya pengelompokan siswa dengan sistem zonasi, untuk siswa yang berada di kelurahan atau desa yang berdekatan untuk dikumpulkan pada satu tempat khususnya bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas pribadi.

“Dengan begitu bisa mempermudah siswa dalam melakukan proses belajar secara daring. Dalam pengelompokan siswa tersebut tidak boleh lepas dari protokol kesehatan seperti jaga jarak dan juga memakai masker serta disiapkan tempat cuci tangan,”ungkapnya.

Menurut dia, dengan cara begitu bisa mensukseskan pendidikan yang berada di Sulawesi Tengah, karena jangan sampai akibat dari covid-19 ini menurunkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Anggota Komisi VI DPRD Sulteng itu juga mengatakan, pihaknya sudah membahas berkaitan masalah pendidikan sekarang ini, apakah siswa sudah bisa disekolahkan. Namun hasil dari analisa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa siswa belum bisa melaksanakan sekolah secara tatap muka.

“Karena ada juga beberapa kejadian akibat dari metode daring ini, siswa yang tidak mengikuti pelajaran secara daring kemudian siswa tersebut tidak naik kelas,”ujarnya.

Dia juga menambahkan, walaupun disebagian tempat melakukan proses belajar secara dor to dor yaitu guru-guru yang mengunjungi rumah siswa, namun hal itu memerlukan waktu tertentu.

Dia juga menambahkan, saat ini dengan proses pelajaran secara daring orang tua sudah menjadi guru untuk anaknya di rumah, akan tetapi bagi orang tua yang tidak memiliki basic untuk memberikan metode pelajaran ini akan menimbulkan stres terhadap orang tua.

“Ketika orang tua memberikan pelajaran dengan metode yang salah maka yang terjadi bukanlah kecerdasan tapi kekerasan,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *