Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Jangan Lempar Tanggung Jawab ke Kelurahan

oleh -
Sekretaris Lurah Kamonji, Mayasari, SE, M.Ap. FOTO : IST

Terkait Adanya Bangunan Ilegal Di Sekitar Alur Alam

PALU, SULTENGNEWS.COM – Beberapa kelurahan yang berdampak langsung dalam penanganan dan persoalan banjir di wilayah kecamatan Palu Barat ialah kelurahan Kamonji dan kelurahan Siranindi.

Dalam pemberitaan sebelumnya yang dimuat oleh media cetak lokal pada edisi terbit tanggal Selasa, (15/3) lalu, pernyataan resmi dari Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu Mohammad Rizal, ialah kurangnya koordinasi yang baik dari masing-masing kelurahan dan kecamatan dalam memantau bangunan liar khususnya bangunan di wilayah alur alam.

Yang berefek kepada terjadinya banjir karena telah hilangnya fungsi saluran drainase akibat mengecil atau hilang sama sekali, sebab diatas drainase telah dibangun bangunan tempat tinggal warga sekitar.

Sekretaris Kelurahan Kamonji, Mayasari, SE, M.Ap, menyebut, kelurahan Kamonji, salah satu kelurahan di wilayah kecamatan Palu Barat, telah berupaya dan bekerja keras terhadap permasalahan dan penanganan banjir di wilayah Kamonji.

Ini dibuktikan dengan adanya kesadaran penuh dari masyarakat kelurahan Kamonji, yang sudah tidak lagi membuang sampah di dalam saluran drainase karena sampah warga telah diangkut oleh petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu.

Selain itu, karena letak kelurahan Kamonji sebagai wilayah dataran rendah dan sering menerima air kiriman termasuk sedimentasi dan tumpukan sampah yang dibawah oleh air dari hulu, sehingga mau tidak mau imbasnya selalu tertumpuk di saluran drainase yang ada di kelurahan Kamonji.

“Insya Allah kita sudah bekerja dengan baik, kesadaran masyarakat sudah ada. Dulu, termasuk di jalan cempedak, warga buang sampah di saluran drainase. Tetapi sekarang Alhamdulillah, mereka sudah tidak lagi buang sampah di drainase dan langsung diangkut sama armada pengangkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu,” ungkap Mayasari kepada SultengNews.com Rabu (16/3/2022).

“Wilayah kita ini wilayah dataran rendah dan sering mendapatkan tumpukan sampah kiriman dari hulu. Ujungnya, dampaknya ke kelurahan Kamonji,” sambung dia.

Kemudian, hal yang paling mendasar pula, sebelumnya dari Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu sampaikan, kurangnya koordinasi yang baik dari kelurahan maupun kecamatan yang ada.

Perlu diketahui, selama menjabat dan dilantik menjadi Sekretaris sejak dari bulan September 2021 lalu, dan bahkan Lurah Kamonji yang baru hingga sekarang, baik staf atau pegawai dari Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, tidak pernah datang dan berkunjung sekaligus menyampaikan sosialisasi, pengawasan terhadap bangunan-bangunan warga (khusus bangunan liar) di kelurahan Kamonji.

“Saya menjabat bulan September 2021 lalu termasuk Lurah Kamonji, semuanya kami baru. Selama kami menjabat tidak ada staf, pegawai, termasuk kepala dinas, dari mereka datang ke kita dan meminta kepada kami untuk mendampingi mereka melakukan sosialisasi kepada warga terhadap penggunaan lahan yang baik, bangunan harus memiliki izin dan sebagainya. Tidak pernah mereka datang kesini,” sebutnya.

“Seharusnya mereka datang karena mengetahui ilmunya dan sampaikan kepada kita, agar kita bisa menyampaikan atau bersama-sama dengan dinas tata ruang untuk kasih sosialisasi kepada warga kelurahan Kamonji. Jangankan datang, papan informasi yang ditempel di depan kantor kelurahan yang bertujuan menghimbau masyarakat untuk mengurus IMB dari Tata Ruang sendiri saja tidak ada dari mereka,” katanya menambahkan.

Untuk itu, sebaiknya dan seharusnya dari Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, bila perlu mengundang dan mengajak seluruh kelurahan dan kecamatan (khusus wilayah kelurahan terdampak banjir) untuk bersinergi, memantau, mengawasi serta mengavaluasi dengan cara mengadakan pertemuan satu kali dalam satu bulan.

“Sudah memasuki dua tahun tidak ada pertemuan dengan mereka, barangkali ada pembahasan terhadap persoalan penataan ruang yang baik dan benar bagi masing-masing kelurahan. Untuk itu, yah sebaiknya, jika ingin kota Palu menjadi lebih baik, kelurahan menjadi baik, wilayah kecamatan menjadi baik, untuk tetap menjalin komunikasi yang baik dengan pihak kelurahan dan kecamatan,” kata Mayasari.

Lurah Kamonji Mohamad Rizal, dalam hal persoalan penanganan banjir di wilayah kelurahan Kamonji, benar-benar serius dalam melakukan penanganan secara intensif, dengan melibatkan Satgas K5 dan bahkan kehadiran Wali Kota Palu Hadianto Rasyd, dalam rangka menebang pohon yang tumbang akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

Terpisah, di kantor kelurahan Siranindi, salah satu kelurahan yang perlu dalam penanganan serius untuk penanganan banjir, di kota Palu. Lurah Siranindi sendiri ketika ditemui wartawan Radar Sulteng tidak berada ditempat dengan alasan sedang mengikuti rapat (Musrembang), Sekretaris tidak berada di tempat, sementara Kepala Seksi Pemerintahan pun tidak berada di tempat dengan alasan sedang kurang sehat.

Saat ditemui, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial kelurahan Siranindi, Oktodiansyah, mengatakan, apa yang menjadi permasalahan utama di kelurahan Siranindi terkhusus permasalahan penanganan banjir akan segera ditindaklanjuti dengan menyampaikan langsung ke Lurah Siranindi, sebagai pengambil kebijakan penuh di wilayah kelurahan Siranindi.

“Insya Allah nanti saya sampaikan ke atasan saya, kebetulan mereka lagi tidak ada ditempat (di kantor),” singkat Oktodiansyah.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.