Diduga Sebut Cagub Sulteng 01 Boneka Longki Djanggola, Cudy Dilaporkan Ke Bawaslu Sulteng

oleh -
Tim Pemenangan Cagub Sulteng nomor urut 01 saat memaparkan dugaan pelanggaran Cagub Sulteng 02 dalam konferensi pers, di kantor DPD Gerindra Sulteng. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Diduga menyebut Calon Gubernur (Cagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) nomor urut 01, Hidayat Lamakarate boneka Longki Djanggola, Rusdy Mastura yang juga Cagub Sulteng nomor urut 02 dilaporkan ke Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulteng oleh Tim Pemenangan Cagub 01.

“Ketika kami menerima video dari saudara kami di Lemusa yang secara jelas-jelas dalam orasi kampanye, dia (Rusdy Mastura) menyampaikan boneka terhadap calon gubernur kami Hidayat Lamakarate. Itu adalah bentuk black campaign,”ungkap Wakil Sekertaris DPD Gerindra Sulteng, Faizal H. Saing dalam konferensi pers, di kantor DPD Gerindra Sulteng, Rabu (02/12/2020).

Faizal menuturkan, dalam orasinya Rusdy Mastura menarasika bahwa semua orang di barisan Cagub Sulteng 01 adalah boneka milik Longki Djanggola.

“Inilah bentuk-bentuk kampanyenya dia (Rusdy Mastura) menurut kami Tim Pemenangan 01, betul-betul pelanggaran pidana dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE),”tuturnya.

Farizal mengaku, dirinya bersama Tim Pemenangan 01 telah melaporkan tentang dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Cagub Sulteng 02 yang berkaitan dengan orasi kampanye di Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami laporkan tadi. Berkaitan dengan itu agar tidak ada silang pendapat atau provokasi di masyarakat, dugaan pelanggaran tersebut kami sudah laporkan dan Insya Allah 2 hari kemudian akan diklarifikasi oleh Bawaslu dengan saksi-saksi yang ada,”ujarnya.

Faizal mengatakan, dugaan pelanggaran lainnya, bahwa Cagub Sulteng 02 itu juga memaparkan bahwa Longki Djanggola mau merebut kekuasaan di Sulteng selama empat periode lamanya.

“Ini kan sebuah pembohongan publik dan ini tuduhan,”ucapnya.

Bahkan, kata Faizal, Cagub Sulteng 02 itu menyampaikan kepada masyarakat, tujuan Hidayat Lamakarate. Bahkan, sudah beredar di Kota Palu yakni anaknya akan dijadikan Sekwil.

Faizal menyatakan, dirinya menyesal atas peristiwa itu terjadi. Karena, bagi dia, hal itu diluar batas seorang Cagub Sulteng yang seharusnya dapat memberikan penyampaian sejuk terhadap masyarakat.

Dia juga menginginkan, pihak lawan dalam merebut hati masyarakat kiranya tidak harus dengan cara mengumbar narasi yang memprovokasi atau memfitnah.

“Kami hanya menjalankan sesuai amanah Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng, Longki Djanggola bahwa harus melakukan kampanye damai dan menyampaikan kebenaran kepada masyarakat,”paparnya.

Dikesempatan itu juga, Tim Hukum Cagub Sulteng 01, Errolflyn E Kimbal, SH menerangkan, terlapor Cagub Sulteng 02, Rusdy Mastura dapat dikenakan pidana dalam pelanggaran UU ITE dalam Pasal 27 Ayat 3.

Sebagaimana tertuang dalam UU ITE Pasal 27 Ayat 3, sebut dia, bahwa barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pinada denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

“Jadi mengenai pasal dan pencemaran nama baik masuk dalam UU ITE pasal 27 ayat 3, tapi itu sebelumnya adalah wewenang tim Sentra Gakkumdu (Penegak Hukum Terpadu) karena di dalam Sentra Gakkumdu itu sudah ada jaksa dan ada polisi, jadi merekalah yang dapat menilai apakah orasi tersebut layak melanggar Undang-undang ITE,”terangnya.

“Selanjutnya, hakim yang akan memutuskan apakah terbukti melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat 3,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *