Dekan FISIP : Bulan Ramadhan Sebagai Upaya Saling Memahami Sesama Agama

oleh -
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tadulako, Prof.Dr. Muhammad Khairil, M.Si. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Bulan Ramadhan bukan sekedar dalam menahan haus dan lapar, karena dibalik bulan yang penuh berkah ini memiliki makna tersendiri.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Universitas Tadulako (Untad) Palu, Prof.Dr. Muhammad Khairil, M.Si memaknai dalam konteks Bulan Ramadan seperti halnya ibadah suci yang dilakukan oleh agama lain. Idealnya semua umat beragama harus saling menghormati perbedaan agama termasuk dari pemeluk agama yang berbeda.

Prof. Muhammad Khairil menyebut, Bulan Ramadhan kali ini perlu dimaknai sebagai upaya untuk saling memahami antar sesama manusia dalam keberagamaan.

“Sehingga, kita fungsikan Ramadan ini untuk memaksimalkan upaya dalam saling memahami menghargai dan saling memahami agama orang lain,”ujar Prof. Muhammad Khairil, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (20/04/2021).

Termasuk ketika perayaan Natal, menurut Prof.Muhammad Khairil, umat muslim pun harus menghargai pelaksanaan Natal, begitu juga bagi pelaksanaan perayaan agama Hindu dan Buddha. Begitupun sebaliknya agama yang lain menghormati konteks ibadah agama Islam.

Bagi Prof. Muhammad Khairil, peristiwa penistaan agama yang dilakukan oleh siapapun tidak hanya oleh muslim maupun non-muslim. Harusnya, tindakan seperti itu, rana yang tidak boleh dibiarkan oleh pemerintah khususnya aparat keamanan.

Sebab, kata dia, kasus seperti penistaan agama bisa menimbulkan reaksi apalagi umat Islam yang memang mayoritas. Menurutnya, siapapun yang punya keyakinan agama pasti tidak ingin agamanya dilecehkan pasti dan tidak mau jika agamanya dihinakan. Bahkan, kata Prof. Muhammad Khairil, syukur tidak ada yang bertindak hakim sendiri karena ini upaya yang tidak bijak dan arogan.

“Menurut saya harusnya siapapun dari latar agama yang berbeda marilah kita saling menghormati, jangan muncul bahasa bahwa agama mereka yang paling baik, apalagi mencela dan menistakan agama yang berbeda,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *