Debat Perdana Paslon Walikota dan Wawali, Empat Kandidat Paparkan Visi – Misi

oleh -
Empat Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Palu saat mengikuti debat perdana yang diselenggarakan KPU Kota Palu, Selasa (27/10/2020). FOTO : ALSIH MARSELINA

PALU, SULTENGNEWS.COM – Debat Publik terbuka perdana bagi pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Wali Kota Palu Kota Palu di gelar Selasa (27/10/20) bertempat di salah satu hotel kota Palu.

Debat publik terbuka ini mengangkat tema “meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan kepada masyarakat” yang dipandu oleh moderator Intam Kurnia.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu, memberlakukan pembatasan terhadap publik di dalam ruang debat sehingga yang hadir dalam ruangan sangat terbatas.

Pada debat pedana ini, seluruh Paslon memaparkan visi – misi masing-masing yang mendorong mereka maju pada Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota tahun 2020 ini. Setelah pemaparan visi – misi, moderator lalu memandu pendalaman visi – misi melalui panelis yang hadir pada debat itu.

Beberapa tema yang menjadi titik tekan dari para panelis adalah soal transportasi umum, revitalisasi pembangunan Kota Palu, masalah sampah dan konsep pembangunan cepat hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana alam tahun 2018.

Namun sebelum pelaksanaan debat, Ketua KPU Kota Palu Agussalim Wahid dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak sehingga debat itu bisa terlaksana dengan baik. Agussalim juga menyampaikan bahwa pelaksanaan debat itu dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

“Kita semua harus menjadi bagian dari upaya memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 di Kota Palu, sehingga pemilihan serentak dapat dipastikan menjadi pemilih yang berintegritas dan sehat,” ungkapnya

Agussalim menuturkan, berdasarkan PKPU nomor 5 Tahun 2020 bahwa pelaksanaan kampanye di mulai dari tanggal 26 September sampai 5 Desember tahun 2020

“Bahwa pelaksaan kampaye salah satu metode yang dilaksanakan debat publik, kemudian PKPU nomor 13 tahun 2020 yaitu pelaksaan ditengah pandemi Covid-19 bahwa pelaksanaanya dilaksanakan sesuai protokol kesehatan,” terangnya.

Dia menjelaskan, debat publik diharapkan menjadi penyebaran profile visi – misi terkait program kerja paslon terhadap masyarakat untuk memilih sekaligus memberikn informasi seluas-luasnya kepada pemilih, sehingga menjadi pertimbangan pemilih untuk dapat menjatuhkan pilihannya di hari pemilihan yang dijadwalkan pada 9 Desember tahun 2020.

“Ini juga menjadi pendalaman dalam menggali tema, baik putaran pertama, kedua maupun ketiga nantinya. Kita berharap, debat ini menjadikan sosialisasi dan juga edukasi bagi kita semua,” tandasnya. SIL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *