Datangi Kejati Sulteng, Krak Tuntut Sejumlah Dugaan Kasus Korupsi

oleh -
Krak Sulteng saat melakukan demonstrasi di depan gedung Kejati Sulteng. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Koalisi Rakyat Anti Korupsi (Krak) Sulawesi Tengah (Sulteng) mendatangi gadung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng untuk menuntut sejumlah dugaan kasus korupsi di Sulteng.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Asrun mengatakan, kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan keberhasilan dalam melaksanakan pembangunan pembangunan sebagai suatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua kehidupan masyarakat.

“Efektivitas dan keberhasilan pembangunan terutama ditentukan oleh dua faktor, yaitu sumber daya manusia, yakni orang-orang yang terlibat sejak dari perencanaan sampai pada pelaksanaan dan pembiayaan,”ujar Asrun saat melakukan demonstrasi di depan kantor Kejati Sulteng, Senin (12/04/2021).

Kualitas suatu pembangunan, kata dia, bukan hanya dari segi pengetahuan atau intelektualnya tetapi juga menyangkut kualitas moral dan kepribadiannya. Rapuhnya moral dan rendahnya tingkat kejujuran dari aparat penyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi.

Bahkan, Asrun mengungkapkan, korupsi telah mengakibatkan kerugian materiil keuangan negara yang sangat besar. Namun yang memprihatinkan lagi adalah terjadinya perampasan dan pengurusan keuangan negara yang dilakukan secara kolektif baik itu pejabat legislatif maupun eksekutif dengan dalil perjalanan dinas, studi banding, koordinasi, konsultasi dan lain sebagainya di luar batas kewajaran.

Menurutnya, bentuk perampasan dan pengurasan keuangan negara demikian terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia tidak terkecuali di daerah Sulawesi Tengah, hal ini merupakan cerminan rendahnya moralitas dan rasa malu, sehingga yang menonjol adalah sikap kerakusan dan aji mumpung.

“Jika kita tidak berhasil memberantas korupsi Atau paling tidak mengurangi sampai pada titik nadir yang paling rendah maka jangan harap negara ini akan mampu mengejar ketertinggalannya dibandingkan negara lain untuk menjadi sebuah negara yang maju,”ucapnya.

Untuk itu, kata dia, Krak Sulteng, dari koalisi rakyat anti korupsi Sulteng menyatakan sikap sebagai berikut mendesak Kejati Sulteng untuk menindak tegas oknum jaksa yang diduga menerima fee proyek.

“Mendesak Kejati Sulteng untuk segera melakukan penahanan terhadap rekanan pengadaan Alkes Poso TA. 2013. Dan tindak lanjut dugaan korupsi pelaksanaan peningkatan jalan dalam kota Poso Tahun Anggaran (TA) 2017 sampai 2019,”sebutnya.

“Mendesak Kejati Sulteng untuk menindaklanjuti kasus kasus korupsi yang telah dilaporkan ke Kejaksaan tinggi Sulteng seperti dugaan perjalanan dinas Bupati Tolitoli, dugaan korupsi pembangunan sistem penyediaan air minum SPAM Labean, pembangunan sistem SPAM Sumari, proyek air bersih bersih Kulolo, proyek penyediaan jaringan air minum Tanjung Karang,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *