Data Tambahan Rehab Rekon Masih Menunggu Assesment Dari Dinas PU

oleh -
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu, Muhammad Issa Sanusi. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Data tambahan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana 28 September 2020 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, hingga kini masih menunggu hasil assesment dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) berkaitan dengan kategori rumah rusak.

“Karena bisa jadi ada juga rumah warga yang tidak rusak,” ungkap Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Palu, Muhammad Issa Sanusi saat ditemui di Korem 132 Tadulako, Kamis (13/08/2020).

Dia menerangkan, meskipun banyak data tambahan yang ada di kelurahan dan juga laporan dari masyarakat untuk mendaftar, namun jika tidak sesuai dengan analisis kerusakan bagi PU, maka tidak dapat masukan dalam data tambahan.

“Mau banyak data tambahan dari kelurahan, mau banyak orang datang ke BPBD untuk mendaftar, tapi kalau secara perhitungan analisa kerusakan dan perbaikan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan ilmu ke PU – an, maka tetap tidak bisa dimasukkan karena mungkin tidak rusak,” terangnya.

Dikatakan, sampai sekarang data tambahan belum difinalkan, karena pihaknya akan melakukan rekomendasi lagi ke BNPB dan Kementerian Keuangan. Jika sudah mendapatkan persetujuan, baru akan laksanakan penyalurannya kembali.

Issa menyebutkan, saat ini pihaknya masih dalam melakukan penyaluran tahap kedua. BPBD Kota Palu menggunakan masalah data tambahan ini pergantian BMBA, terhadap data yang sifatnya tidak jelas yang sementara berjalanjalan di tahap dua.

“Tapi semua butuh proses. Data tambahan yang akan berubah menjadi BMBA itu, harus kita lakukan assesment dari segi kategori kerusakan rumah,” sebutnya.

Issa menerangkan, rencana percepatan rehab rekon di bulan September ini sudah adanya data sesuai kategori yang dilaksanakan oleh Dinas PU, sehingga dari prosesnya tidak lambat lagi karena percepatan rehab rekon yang dilakukan BPBD targetnya pada bulan Desember.

“Tapi jika bisa, sebelum Desember kita usahakan terselesaikan untuk Kota Palu,” terangnya.

Disampaikan, untuk jumlah ditahap dua yang terdiri dari rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan sejumlah 38.805 rumah.

“Sekarang kan proses terakhir di tanggal 1 Agustus ada 25.046 KK itu yang sudah di realisasikan. Itu sudah 50 persen dari data,” ucapnya.

“Kemarin memang ada beberapa data yang tidak ditemukan berkaitan tentang alamat. Sekarang sudah ada beberapa data dan sudah berapa Kepala Keluarga (KK) yang melapor di kelurahan dan BPBD, ada sekitaran 200 lebih KK yang akan kami SK kan lagi,” pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *