Dana Bantuan Sahrir Hingga Rp17 Juta; Ini Penjelasan Dirut RS Anutapura Palu

oleh -
Direktur RS Anutapura Palu, dr. Herry Mulyadi saat konfrensi pers di Posko Covid 19 Kota Palu di Baruga Vatulemo, Sabtu malam (4/7/2020). FOTO : Screenshot Pemkot Palu Channel.

PALU, SULTENGNEWS.COM – Syahrir, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel) yang kabur lagi dari Rumah Sakit (RS) Anutapura Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), meninggalkan dana bantuan yang diberikan kepadanya hingga Rp17 Juta.

Dana itu, hingga kini masih disimpan di bendahara RS Anutapura Palu dan rencananya akan segera dikirimkan kapada Sahrir yang kabar terakhir sudah berada di daerah Sulsel.

“Waktu Sahrir meninggalkan rumah sakit pertama kali, banyak orang yang simpati kepadanya dan memberikan bantuan. Dimulai dari Kerukunan Keluarga Takalar yang menghimpun dana, lalu KKSS (Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan), ada juga peduli Sahrir, ada juga dari Gubernur Sulsel,” ujar Direktur RS Anutapura Palu, dr. Herry Mulyadi dalam konfrensi pers di Posko Covid 19 Kota Palu di Baruga Vatulemo, Sabtu malam (4/7/2020).

Menurut dr. Herry Mulyadi, dana yang terkumpul kalau dari kerukunan takalar langsung diberikan saat dia masih di ruang isolasi. Yang dari Gubernur Sulses diterima dan disetor bendahara RS Anutapura, dari peduli Sahrir kurang lebih Rp4 juta disetor Rp2 juta dan Rp2 juta lagi dusumbangkan ke teman Sahrir atas nama Anwar yang dibawa langsung pihak relawan peduli Sahrir. Dari KKSS Rp5 juta juga disimpan di bendahara, sehingga total uang bantuan Sahrir yang terkumpul kurang lebih 15 sampai 17 juta.

“Dananya aman. Memang saya sengaja, karena waktu saya tanya Sahrir tidak punya nomor rekening, istrinya juga tidak ada, maka saya berinisiatif menyimpan dana Sahrir di bendahara, dengan tujuan apa bilang Sahrir sudah sembuh akan diberikan semacam surprize walaupun dia sudah tau dana itu,” jelas dr. Herry.

Saat ini kata dr. Herry, Sahrir sudah ada di daerah Sulsel, sehingga ada yang bilang dana Sahrir itu rumah sakit yang ambil.

“Itu tidak betul. Marilah kita bersihkan hati kita, jangan ada fitnah soal dana ini. Saya pribadi dengan pasien sangat dekat,” imbuhnya.

Dikatakan, karena Sahrir sudah tidak ada, maka pihak RS Anutapura berusaha meminta nomor rekening yang bisa dikirimi dana itu agar sampai kepada Sahrir.

“Kita harus kasih dana itu, karena itu rejeki pak Sahrir. Tidak ada niat kita mau ambil atau simpan dana itu. Jadi supaya tidak ada hal – hal yang tidak berkenan, saya berharap juga masyarakat membantu kami jika mendengar kabar dana itu bisa dikirim kepada siapa, lewat siapa agar sampai dengan pak Sahrir,” pinta dr. Herry.

Dia berharap, Senin besok (6/7/2020) dananya sudah bisa dikirim kepada Sahrir, agar sudah bisa digunakan Sahrir bersama keluarganya. Dananya itu jelas dr. Herry, sengaja dia simpan karena tidak mungkin Sahrir sementara dirawat pegang uang semuanya, karena pihak RS Anutapura menjaga hal – hal yang tidak diinginka jika dia pegang terus uangnya.

“Dananya kami simpan bendahara RS Anutapura atas nama Narni. Terakhir ada tambahan lagi Rp1 Juta lebih. Ada juga dana dari wartawan. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah membantu. Kita usahakan Senin besok (6/7/2020) atau Selasa (7/7/2020) paling lambat, dananya sudah terkirim kepada Sahrir,” tutupnya.

Seperti diketahui, Syahrir kabur kembali dari RSUD Anutapura sekira pukul 12.30 pada Rabu (1/7/2020) melewati reruntuhan sesuai pantauan dari CCTV. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *