Curi Emas di Lima Toko, Pasutri Asal Bunta Dibekuk Polres Touna

oleh -
Kapolres AKBP Ramases Sianipar, Sik, MH,didampingi Kasat Reskrim Iptu Tonny Lantja,SH bersama Ipda Triyanto dalam konfrensi pers, Kamis (15/10/2020). FOTO : IST

TOUNA, SULTENGNEWS.COM – Tim Reskrim Polres Tojo Una-Una (Touna), berhasil membekuk pasangan suami istri (Pasutri) terkait kasus pencurian perhiasan lima toko emas di Ampana.

Diketahui, sepasangan suami istri itu perempuan berinisial AN (23) tahun, laki-Laki inisial R  (15) tahun. Keduanya merupakan warga dari daerah Kecamatan Bunta Kabupaten Banggai.

Kapolres AKBP Ramases Sianipar, Sik, MH,didampingi Kasat Reskrim Iptu Tonny Lantja,SH bersama Ipda Triyanto dalam konfrensi pers mengatakan, aksi pencurian yang dilakukan kedua pasangan itu sejak 07 Agustus 2020 dengan Modus berpura-pura menjadi pengunjung atau pembeli.

“Saat korban lengah, pelaku bisa mengambil secara langsung ataupun pelaku mengelabui korban dengan menukar emas dangan emas imitasi,” ucap Kapolres Touna saat konferensi pers bertempat di Ruang Rupa Tamah Polres Touna, Kamis (15/10/2020).

Menurut Kapolres, tersangka telah melakukan  pencurian di lima Toko Perhiasan di Ampana yaitu toko milik Sunarti, Toko H. Darwus dan toko milik Supardi.

Pada tanggal 09 Agustus 2020, keduanya melakukan aksi pencurian di toko perhiasan yang berbeda yaitu milik H. Sandang dan juga toko milik pak Husni.

Menurut Kapolres, pelaku inisial AN akan di jerat dengan pasal 362 KUHP pidana pasal 64 Ayat(1) KUHP pidana.

Sedangkan pelaku inisial R dipersangkakan dengan pasal 362 KUHP pidana pasal 64 ayat (1) KUHP, pidana pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP pidana.

“Penanganan perkara untuk saat ini, telah dilakukan penyerahan berkas perkara (tahap 1) ke Jaksa penuntut umum,” terang Kapolres.

Kronoligis Kejadian :

Toko milik Sunarti, tersangka mengambil tiga pasang anting kemudian tersangka menjualnya di toko Emas Utama pada 08 Agustus.

Sedangkan Toko milik  H. Darwis, tersangka mengambil 1 kalung emas bersama sepasang anting kemudian di jual di Toko Emas sahabat tanggal 10 Agustus dan satu pasang anting tersangka gunakan ditelinga tersangka.

Di toko Supardi, tersangka berhasil mengambil  satu kalung emas. Hasil curian itu, dijual di toko emas utama pada tanggal 8 Agustus 2020. Tanggal 9 Agustus, tersangka mendatangi lagi toko Supardi dan mengambil satu buah kalung emas dan di jual di toko emas sahabat baru pada tanggal 10 Agustus.

Di toko Milik H. Sandang, tersangka mengambil satu kalung emas dengan cara menukar dengan emas palsu kemudian di jual di toko emas sahabat pada tanggal 17 Agustus 2020.

Di toko H. Rusni, tersangka mengambil satu pasang anting emas, satu cicin emas serta uang sejumlah Rp120.000, kemudian curian tersangka di jual secara bersamaan dengan emas milik H.Sandang dan Supardi. JFR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *