Celebes Bergerak Minta Gubernur Tepilih Prioritaskan Korban Bencana Sulteng

oleh -
Direktur Celebes Bergerak, Adriansa Manu. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Celebes Bergerak meminta Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) terpilih, Rusdy Mastura untuk menyelesaikan seluruh masalah penanganan pasca bencana di Sulteng.

Direktur Celebes Bergerak, Adriansa Manu mengatakan, Gubernur terpilih harus memperioritaskan penyelesaian penyaluran dana stimulan kepada seluruh korban yang mengalami kerusakan rumah saat terjadi bencana 28 september 2018 silam.

“Lokasi Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang terpaksa direlokasi juga harus menjadi perhatian serius Gubernur terpilih. sejauh ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) selalu melimpahkan masalah kepada Bupati dan Wali Kota semata. Padahal, Gubernur memiliki tanggungjawab besar dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab-Rekon) mulai dari pengalokasian anggaran hingga pembangunan hunian,”ujar Adriansa Manu  kepada sultengnews, Kamis (18/02/2021).

Adriansa meminta Gubernur terpilih untuk memberikan Jaminan Hidup (Jadup) kepada seluruh warga yang merupakan korban bencana 28 september 2018. Menurutnya, sampai saat ini masih ada sekitar 30 ribu warga yang belum mendapatkan Jadup di Sulteng.

“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait soal Jadup ini, mereka bilang bahwa dana Jadup sudah tidak lagi tersedia, karena Menteri Sosial tidak lagi menyiapkan anggaran dana Jadup bagi korban bencana di Kota Palu, Sigi maupun Donggala,”ungkapnya.

Bahkan kata dia, Pemprov, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) seakan lepas tangan dan selalu melimpahkan masalah kepada Pemerintah Pusat. Padahal, bagi Adriansa, Pemprov maupun Pemkab dan Pemkot justru memiliki tanggungjawab dalam pengalokasian anggaran sesuai dengan ketentuan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana.

Ditambah lagi, sebut Adriansa, daerah ini juga memiliki aturan tentang penyelenggaran penanggulangan bencana seperti disebutkan dalam Peraturan Daerah Nomor 2 tahun 2013 pada pasal 4 tentang tanggungjawab dan wewenang daerah.

Olehnya itu, ia beraharap Gubernur terpilih benar-benar memiliki kemauan politik untuk menyelesaikan semua masalah penanganan pasca bencana terutama pemenuhan hak dasar korban.

“Kita tantang Gubernur terpilih untuk menyelesaikan masalah korban pasca bencana di Sulteng dalam waktu 3 bulan seteleh dilantik,”sebutnya.

Menurut Adriansa, waktu tiga bulan sangat rasional karena proses pendataan dan penyiapan lahan telah dilakukan oleh Pemkot dan Pemkab sebelumnya. Gubernur terpilih sebenarnya tinggal melakukan verifikasi dan validasi data serta menyelesaikan sengketa tanah yang masih bermasalah.

“Ini hanya butuh kemauan politik saja sebenarnya dari Gubernur terpilih. Dia mau atau tidak memperioritaskan masalah korban. Kalau Gubernur memiliki kemauan politik kami yakin masalah korban tidak serumit saat ini,”tegasnya.

Adriansa juga menginginkan agar Gubernur terpilih untuk tidak merelokasi warga di sepadan pantai teluk Palu. Sebab, Menurut Adriansa, yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan kesiapsiagaan  menghadapi resiko bencana yang bakal terjadi di kemudiaan hari. Sehingga langka yang paling efektif dilakukan menurutnya adalah memberikan edukasi kebencanaan kepada warga yang bermukim di sepadan pantai.

“Kami sama sekali tidak setuju, jika warga di sepadan pantai teluk Palu harus direlokasi,”terangnya.

Selain masalah korban, Celebes Bergerak juga meminta kepada Gubernur terpilih untuk mengevaluasi semua program rehab-rekon yang telah dan sedang dilaksanakan oleh Gubernur sebelumnya.

Adriansa menjelaskan, semua lokasi Huntap yang telah ditunjuk perlu direview. Sebab, sejauh ini penetapan lokasi Huntap sama sekali tidak menggunakan kajian resiko bencana, sehingga tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang akan menimbulkan resiko bagi warga.

Adriansa berharap, agar Gubernur terpilih membuat kajian resiko bencana hingga pendidikan-pendidikan kebencanaan pada semua jenis bencana.

“Jangan lagi kita menutup mata, kita sudah punya pelajaran besar begimana daerah ini hancur karena tak punya kesiapan,” pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *