Cegah Covid-19, KPU Sulteng Tidak Perkenankan Paslon Bawa Pendukung Dalam Pengundian Nomor Urut

oleh -
Ketua KPU Sulteng, Tanwir Lamaming bersama Komisioner KPU Sulteng Bidang Parmas Sahran Raden saat konfrensi pers di Kantor KPU Sulteng. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Demi mencegah penyebaran covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah (Sulteng), tidak memperkenankan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng membawa pendukung dalam pengundian nomor urut.

“Kami berharap sesuai dengan PKPU nomor 10 tahun 2020 tentang pemilihan di masa bencana non alam bahwa tidak di perkenankan melakukan pengumpulan massa, sehingga kita mengimbau agar pasangan calon tidak membawa pendukung dalam pelaksanaan rapat pleno terbuka terkait pengundian nomor urut,”ujar Komisioner KPU Sulteng Bidang Sosialisasi, Partisipasi, Masyarakat dan SDM, Sahran Raden saat konferensi pers, di kantor KPU Sulteng, Rabu (23/09/2020).

Disebutkan, KPU Sulteng akan melakukan pembatasan terhadap orang yang hadir, sebab yang diperbolehkan hadir dalam pleno terbuka tersebut yaitu tim pasangan calon bersama istri, ketua tim kampanye pasangan calon, masing-masing satu orang saksi dari partai politik atau gabungan partai politik, dan Bawaslu Sulteng serta stakeholder lainnya.

“Kemungkinan di dalam ruangan hanya 17 orang yang hadir, sedangkan untuk ketua-ketua partai kita akan mengundang untuk hadir di luar, karena setelah pengundian nomor urut kami akan memberikan waktu masing-masing 5 menit untuk menyampaikan sambutan dalam proses tersebut,”sebutnya.

Sahran menjelaskan, selanjutnya pihaknya akan melakukan penandatanganan dengan pasangan calon untuk berkomitmen bersama-sama menggunakan protokol kesehatan covid-19 selama pelaksanaan tahapan pilkada.

“Kemudian, penandatanganan bersedia diberikan sangsi jika melanggar protokol kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, karena kita berharap bahwa pemilihan ini tidak menjadi klaster baru covid-19, oleh karena itu kami berharap semua pihak menjalankan protokol kesehatan,”jelasnya.

“Berikutnya yang ditandatangani ikrar kampanye damai, salah satunya menghindari adanya hoax, ujaran kebencian, dan politik yang, yang paling penting itu ikrar bersama terhadap siap kalah dan siap menang dalam pilkada 2020,”pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *