Camat Parigi Masih Pertimbangkan Semprot Disinfektan Pasar Cental

oleh -
Pasar Central Parigi

PARIGI, SULTENGNEWS.COM – Beredar kabar Pasar Central Parigi yang terletak di jantung kota Kabupaten Parigi Moutong akan disemprot dengan disinfektan. Hal itu menjadi desas-desus di kalangan para pedagang pasar tersebut, Minggu (22/3/2020).

“Saya mau beli memang dulu tomat. Soalnya besok mau disemprot. Pasar mau ditutup satu minggu,”ujar seorang pedagang setempat.

Di luar pasar di tengah jalan, berdiri beberapa orang petugas kepolisian dan tentara. Mereka terlihat berbicang-bincang. Kehadiran mereka cukup membuat tanda tanya. Namun tak satupun warga yang berani bertanya. Mereka memilih sibuk dengan dagangannya.

Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong, dr. Revi Tilaar tentang kebenaran cerita dari pedagang pasar tersebut. Ia mengiyakan bahwa lokasi pasar akan disemprot, namun bukan atas arahan dari Dinas Kesehatan.

“Nanti dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang menyemprot. Tanya puja,”katanya lagi.

Puja atau yang lebih dikenal dengan nama lengkap Sri Kandi Puja Passau adalah Camat Parigi. Media ini pun segera menginformasikan hal itu kepadanya.
Puja, membantah besok (hari ini, 23/3/2020) akan dilakukan penyemprotan. Ia sendiri baru tahu informasi tersebut dari media ini.

“Saya baru dengar dari kita (wartawan ini),”kata dia.

Memang sebelumnya, lanjutnya lagi, dr. Revi pernah membicarakan hal itu padanya tentang kemungkinan penyemprotan Pasar Central. Namun ia belum menanggapinya sebab khawatir dengan keadaan barang dagangan para penjual.

“Justru besok saya baru akan mengoordinasikannya dengan Dinas Perdagangan,”ujar Puja.

Sebab, lanjut dia, jangan sampai dari penyemprotan itu barang dagangan pedagang rusak. Urusan menyemprot di pasar cukup rumit karena lokasi itu menjadi tempat mencari nafkah warga. Namun walaupun begitu, menurutnya pasar juga perlu disemprot karena lokasi merupakan tempat umum yang juga perlu disterilkan.

“Tapi kita komunikasikan dulu sama Dinas Perdagangan. Jangan sampai ada ina-ina yang baru turun mo menjual, terus tiba-tiba dilarang menjual karena mau disemprot. Jangan sampai ada kejadian seperti itu,”tutup Puja. INT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *