Bupati Tolitoli Diduga Intervensi Teknis Penyaluran Sapi

oleh -

Inilah sapi bantuan yang sudah dusalurkan kepada kelompok tani. FOTO : IST

TOLITOLI, SULTENGNEWS.COM – Bupati Kabupaten Tolitoli, Moh Saleh Bantilan diduga mengintervensi teknis penyaluran bantuan sapi sebanya 62 ekor tahun 2019 di Dinas Perkebunan dan Peternakan Tolitoli.




Hal itu terungkap saat Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Sri Rahayu bersama Kepala Dinas (Kadis)-nya menemui bupati untuk melaporkan soal sapi yang telah disalurkan kepada para kelompok tani di Tolitoli.

“Kata bupati kepada dua pejabat ini, jangan dulu itu sapi disalur ke kelompok, nanti saya carikan kelompok lain,” ungkap ketua kelompok tani ternak Cahaya LI’U, Desa Tinigi, Kecamatan Galang, Rosanuddin, Minggu (17/11/2019).

Semua kelompok masyarakat yang menerima bantuan sapi tahun ini adalah mereka yang mendapat persetujuan Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan, meskipun ada kelompok penerima lain yang sudah ditetapkan sesuai prosedur di dinas terkait.

“Walaupun ada kelompok masyarakat yang sudah masuk dalam Simlu dan mendapat SK untuk menerima sapi, bupati tidak pake karena bukan kelompok tani yang direkomendasikannya,” kata ketua kelompok yang sehari-hari dipanggil Senggo.




Senggo mengaku, sebagai salah satu kelompok tani ternak yang juga pernah bermohon dengan malayangkan proposal ke dinas tersebut untuk mendapatkan bantuan sapi tahun ini, namun tidak direspon oleh Bupati Tolitoli.

“Saat saya diajak menghadap bupati bersama orang dinas pada Sabtu kemarin di fila bupati di Desa Lalos, bupati bersikuku kalau kelompok kami jangan diberikan. Pihak Kadis dan Kabid diancam kalau tidak badengar akan dipecat,” kata Senggo menyesalkan.

Ketua kelompok tani ternak di Desa Tinigi Kecamatan Galang itu, mengaku selama dua periode bupati menjabat dirinya turut serta dalam pemenangan di desanya sewaktu Pilkada, namun kini merasa keheranan dengan sikap bupati yang terkesan terlalu jauh mencampuri teknis penyaluran bantuan sapi. Bahkan hingga menekan pihak dinas agar mengikuti keinginannya walaupun kelompok tani ternak yang diarahkan tidak sesuai aturan alias kelompok dadakan.

“Kami ini juga warga Tolitoli yang taat pajak, tetapi mengherankan untuk mendapatkan bantuan pemerintah seperti ternak sapi sangat sulit karena bukan keluarga bupati,” keluhnya dengan nada sedih.




Dia mengira para kelompok tani lain yang telah menerima bantuan ternak dari pemerintah begitu muda, namun ternyata sangat sulit karena harus mendapat respon dari Bupati Tolitoli.

“Mudah-mudahan bupati berikut kami dari kelompok tani Desa Tinigi bisa mendapat bantuan sapi, mungkin kali ini bukan nasib kami,” katanya. RML

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *