Bupati Sigi Siap Ikuti Ritme Kerja Cepat Presiden

oleh -

SIGI, SULTENGNEWS.com – Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Dr Nata Irawan MSi mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sigi yang dinilai optimal dalam melakukan pembangunan di berbagai sektor hingga ke pedesaan.

Hal itu disampaikan oleh Nata Irawan ketika membuka Bimtek khusus percepatan penataan kewenangan desa di Jakarta, Rabu (10/06/19).

“Kami sangat apresiasi apa yang sudah Bapak Bupati Sigi lakukan seperti Bimtek percepatan penataan kewenangan desa. Karena berapapun  anggaran yang diberikan kalau SDM nya tidak memadai maka hasilnyapun tidak memadai,” ucapnya.

Kementerian kata Nata Irawan, menaruh perhatian terhadap Sulteng, khususnya Kabupaten Sigi.

Bahkan kata dia, saat ini pihaknya sedang fokus untuk percepatan pembangunan pascabencana di Sigi.

Sebelumnya kata Nata, juga ada bantuan dari World Bank untuk pembinaan SDM di Kabupaten Sigi.

Sementara itu Bupati Sigi Mohamad Irwan SSos. MSi dalam sambutannya mengatakan, Kabupaten Sigi kini dihadapkan pada dua problem besar yaitu rekonstruksi pasca bencana dan penataan kelembagaan di seluruh sektor.

“Alhamdulillah semuanya ingin bersinergi termasuk Kepala Desa, Sekretaris Desa dan BPD yang hadir pada Bimtek gelombang pertama ini,” jelasnya.

Bupati menyarankan agar setiap Kepala Desa dapat memaksimalkan dana desa dan mengikuti setiap perkembangan yang ada.

“Karena ini perintah Presiden kita mau gerak cepat. Kementerian juga mau gerak cepat, maka kami selaku Pemeritah Daerah juga mau gerak cepat. Maka pemerintahan desa juga harus gerak cepat, sebab kalau kita tidak mengikuti gerak cepat pimpinan kita, dipastikan kita tertinggal jauh dan bahkan gagal,” tegasnya.

Di sela-sela acara tersebut, Kepala Dinas PMD Sigi, Anwar SSos yang ditemui awak sultengnews.com mengatakan, Bimtek tersebut diikuti oleh lima kecamatan yaitu, Kecamatan Dolo Barat, Dolo Selatan, Gumbasa, Palolo dan Kecamata Nokilalaki dengan jumlah peserta 184 orang terdiri dari Kades, BPD, Sekdes dan operator desa.

“Semoga melalui bimtek ini, desa-desa bisa lebih optimal dalam pengelolaan dan pengembangan sumber dana dan sumber daya  berskala desa,” imbuhnya. NUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *