Buaya Berkalung Ban Belum Berhasil Dievakuasi Team BKSDA Sulteng

oleh -

Team gabungan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Sulawesi Tengah saat melakukan evakuasi buaya berkalung ban. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SULTENGNEWS.COM

PALU, SULTENGNEWS.COM – Buaya berkalung ban timbul tenggelam saat team gabungan dari Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) Sulawesi Tengah melakukan evakuasi.

Team gabungan evakuasi buaya berkalung ban ini pun mengahdirkan team dari Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Jakarta dan team BKSDA Nusa Tenggara Timur (NTT).




Ketua Satgas Penanganan Konflik Buaya BKSDA, Haruna mengatakan, telah menggunakan alat penangkap seperti harpun, namun terkendala ombak yang cukup deras, serta buaya berkalung ban yang timbul tenggelam, saat ditemui di lokasi evakuasi Jl.Gajamada Jembatan I Kota Palu, Kamis (06/02/2020).

Inilah buaya berkalung ban yang timbul tenggelam di suangai Palu, sehingga menyulitkan team untuk melakukan evakuasi untuk menyelamatkan buaya itu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SULTENGNEWS.COM

“Kendala paling utama, buayanya timbul tenggelam dan dia pindah dari satu tempat ketempat yang lain yang kadang sulit kita memastikan keberadaan buaya itu,”ujarnya.

“Buaya berkalung ban timbul tenggelam dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga menyulitkan teman-teman menggunakan alat penangkapan,” sambung Haruna.

Haruna menyebutkan, proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati. Pasalnya, buaya berkalung ban merupakan satwa liar yang dapat mengancam keselamatan dari team gabungan.




“Kendalanya juga bahwa buaya ini satwa liar dan dia memiliki sifat yang sangat buas dan berbahaya, sehingga ketika melakukan penangkapan kita sangat berhati-hati,” ucapnya.

Meski demikian, Haruna mengungkapkan, team tetap optimis dengan strategi yang dipakai dan akan mengevakuasi buaya berkalung ban itu.

“Saya tetap optimis bahwa strategi ini tetap berhasil, mudah-mudahan buaya ini bisa bergeser ke jembatan II di Palupi, kerena ombak di Jembatan I sedikit menghalangi proses evakuasi,” ungkapnya.

Senada dengan hal itu, KBO Ditpolairud Polda Sulteng, AKBP Ridwan menyampaikan akan terus berusaha melakukan evakuasi selama dibutuhkan.

“Kalau pelaksanaannya satu hari atau seminggu kita akan backup sampai kapan kita dibutuhkan kita akan backup full,” kata Ridwan.




Polairud sendiri telah menurunkan 10 personil untuk melakukan penangkapan buaya berkalung ban. Ridwan mengatakan, selesai istirahat pada malam hari akan terus dilanjutkan upaya evakuasi.

“Saya yakin mampu untuk mengevakuasi dan melepaskan ban yang terlilit di leher buaya, kita mohon doa restunya, kita akan menyiapkan beberapa strategi,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *