BREAKING NEWS; Pembunuhan Sadis Terjadi di Desa Tolongano Kabupaten Donggala

oleh -
Jenazah korban pembunuhan di Desa Tolongano saat masih disemayamkan di kediamannya di Desa Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan, sembelum di kebumikan. FOTO : KIRIMAN KELUARGA KORBAN

DONGGALA, SULTENGNEWS.COM – Pembunuhan sadis terjadi di Desa Tolongano, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala pada Jumat 20 Agustus 2021 sekira pukul 17.30 Wita.

Kejadian itu berawal dari cekcok yang berlanjut pada penganiayaan, sehingga mengakibatkan terbunuhnya korban, warga Desa Lembasada, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala yang diketahui bernama Hendra.

Saksi mata inisial IR yang minta agar namanya tidak ditulis lengkap menuturkan, kronologis kejadiannya berawal dari pecekcokan mengenai batas kebun antara korban dan pelaku di Desa Tolongano, Kecamatan Banawa Selatan. Cekcok antara korban dan pelaku, semakin memanas, sehingga membuat emosi pelaku jadi tak terkendali.

Tiba – tiba pelaku langsung mengayunkan parang miliknya dan mengenai tangan kiri korban. Seketika, tangan korban langsung bersimbah darah dan nyaris putus.

Melihat kejadian itu, saksi langsung syok dan lari ke pemukiman untuk meminta pertolongan dan bantuan kepada warga setempat. Setelah tiba kembali ke kebun bersama warga, saksi mendapati korban yang diketahui bernama Hedra itu sudah meninggal dunia dengan tangan kiri nyaris putus, serta disekujur tubuhnya penuh luka seperti bekas sayatan.

“Saya melihat langsung kejadiannya dengan mata kepala saya sendiri, itu masalah perbatasan antara korban dan pelaku. Saya berada di kebun bersama korban. Korban bilang kalau masalah perbatasan diatur damai saja, tapi pelaku tidak mau diatur damai dan langsung dia potong korban, kena tangan kiri,” tutur saksi kepada sultengnews.com yang dihubung via telepon dari Palu, Sabtu (21/20/2021).

“Saya tidak lihat lagi kejadian selanjutnya, karena saya langsung syok dan melarikan diri minta bantuan. Setelah tiba lagi di lokasi, korban sudah meninggal dengan luka potong – potong di kepala, leher dan pala – pala. Pelaku juga sudah tidak ada di tempat,” tambahnya.

Saksi mengaku, dia melihat awalnya hanya satu orang yang maju, tapi tiba – tiba tiga orang lainnya juga langsung maju dan mengoroyok korban. Namun dia tidak melihat lagi selanjutnya karena sudah lari meminta bantuan dari warga setempat.

Saksi mengaku mengenal para pelaku yang merupakan warga Desa Tolongano juga.

“Semua pelaku warga desa Tolongano, mereka itu semua bersudara. Saya ke kebun hanya menemani korban,” terangnya.

Saksi mengatakan, korban sebenarnya tinggal di Desa Lembasada, tapi berkebun di Desa Tolongano. Orang tua korban tinggal di Desa Tolongano. Korban hanya berkebun di Desa Tolongano. Korban sudah menikah dan meninggalkan 2 orang anak.

Keluarga korban atas nama Yadin, mengaku mengetahui kejadian pengeroyokan yang mengakiatkan korban meninggal setelah mendapat kabar dari keluarga lainnya.

“Saya ini dari Pantai Barat, saya dapat informasi kejadian korban meninggal karena dikeroyok empat orang pelaku. Saya langsung datang memastikan dan ternyata benar korban sudah meninggal informasinya karena dikeroyok,” ujar Yadin.

Rencana korban akan dikebumikan hari ini juga sekira jam 11.00 Wita di Desa Labuan Bajo Donggala.

Kapolres Donggala melalui Kasat Reskrim, Iptu Yogi Prastiya, S.T.K yang dikonfirmasi atas kejadian itu membenarkan bahwa satu orang warga Desa Lembasada meninggal dunia. Namun masih akan didalami apakah benar karena pengeroyokan atau tidak.

“Iya, satu korban MD. Kita masih mendalami alat bukti dan keterangan saksi. Berdasarkan alat bukti, maka pelaku itu yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Iptu Yogi Prastiya.

Yogi Prastiya, membenarkan bahwa satu orang yang diduga sebagai pelaku, kini sudah ditahan di Polres Donggala.

“Satu orang sudah diamankan di Polres,” singkatnya. FUL

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.