BPOM Palu Awasi Parcel Jelang Hari Raya Idul Fitri

oleh -
BPOM Perwakilan Palu saat melakukan pemeriksaan parcel. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Demi meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) perwakilan Palu beserta seluruh UPT Badan POM di seluruh wilayah Kesatuan Negara Republik Indonesia senantiasa melakukan program-program pengawasan obat dan makanan.

Dalam Bulan Ramadhan 1442 Hijriah kali ini, dilaksanakan Intensifikasi Pengawasan Pangan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Intensifikasi Pengawasan Pangan telah memasuki tahap ke 4.

Pada tahap ke 4 ini, Balai POM di Palu beserta Tim Terpadu yakni  Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan  Kota Palu turut serta melaksanakan pengawasan produk pangan yang beredar di Masyarakat.

“Pada giat kali ini, tim intensifikasi Balai POM di Palu melakukan pengawasan pada tiga toko penjualan bahan kue yang menjual bahan pangan dan bahan makanan lainnya, serta tiga toko penjualan parcel di Kota Palu,”ujar Kepala Balai POM Di Palu Fauzi Ferdiansyah, kepada sultengnews, Kamis (29/04/2021).

Adapun hasil pengawasan di sarana-sarana penjualan bahan kue yang menjadi target intensifikasi pengawasan pangan terpadu Ramadhan Tahap 4 tersebut adalah  masih sama dengan tahun sebelumnya yakni  seputar repacking bahan pangan dari kemasan besar  menjadi kemasan kecil sesuai kebutuhan dan permintaan  konsumen yang belum dilakukan sesuai ketentuan, kebersihan pada saat pengemasan dan tata letak produk yang belum disusun secara baik.

“Pada toko yang menjual parcel dilakukan pengecekan produk yang belum dikemas digudang, dan  juga dilakukan pengecekan produk yang sudah dikemas yakni dengan membongkar salah satu parcel untuk melihat apa produk tersebut sudah sesuai ketentuan, karena jika sudah dalam bentuk parcel masyarakat sudah tidak bisa melihat secara langsung produk tersebut apa sudah terdapftar atau sudah  kedaluarsa,”ucap Fauzi.

Fauzi tetap mengingatkan kepada pemilik toko bahan kue agar hasil repacking  tetap menyertakan informasi sesuai yang ada pada dos atau kemasan besar, terutama tanggal kedaluasa, dan menghimbau kepada pemilik toko parcel untuk tetap mematuhi ketentuan yang ada.

“Terutama  ijin edar serta batas kedaluarsa yang tidak terlalu dekat karena produk pangan yang dikemas dalam parcel biasanya tidak langsung dikonsumsi,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *