BNN Kota Palu, Targetkan Berantas Narkoba Disemua Wilayah Kota Palu

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.com – Komitmen terus memerangi dan memberantas peredaran Narkotika dan Obat Berbahaya (Narkoba), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu tekah mentarget  “Zona Merah” di sejumlah wilayah di Kota Palu, beberapa diantaranya di zona Kelurahan Tatanga, Tavanjuka, Anoa dan Kayumalue.

Hal itu ditegaskan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Palu, AKBP Sumantri Sudirman kepada SULTENGNEWS.com saat ditemui dikantornya, Selasa (27/2) dibilangan Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu.

“Sejak 2017 hingga 2018 progress peredaran Narkoba makin meningkat terutama di wilayah yang menjadi “ Zona Merah” tersebut. Jadi kita sudah diperintahkan Kepala BNN Pusat untuk menargetkan daerah itu untuk dibersihkan, olehnya kita terus mensosialisasikan bahaya Narkotika di zona-zona itu,” tegas Sumantri.

Dikatakanya, dari beberapa kasus dan penangkapan telah ditangani ,pihaknya telah menyelidiki bahwa asal muasal barang haram tersebut memang yang pertama berasal dari sejumlah wilayah “Zona Merah” dan kedua dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo.

“Kita blak-blakan saja soal peredaran barang haram itu dilakukan oleh oknum-oknum yang ada disana (Lapas Petobo-red). Beberapa waktu lalu kami jemput kesana, setelah diselidiki bahwa sengaja diretribusi kesana dan realitanya terus berlangsung,” terangnya.

Olehnya pihak BNNK, BNNP dan Polres Palu terus melawan (fight) peredaran barang haram tersebut. Dari sejumlah penungkapan barang bukti (babuk) kasus ditangan BNNK ditahun 2018 masih hitungan gram dan Kiloan, mengingat perangkat canggih atau pelacak belum memadai masih memakai cara manual atau terjun investigasi dilapangan.

“Di Tahun 2018 kami telah menangani 2 kasus yakni pertama yakni pasangan suami-istri (Pasutri) pengedar sekaligus pelaku yang telah BNNK relese beberapa waktu lalu, tersangka kedua pelaku memang berasal dan ditangkap didalam Lapas Petobo, saat ini sementara diperiksa” ungkap mantan Kaban BNN Donggala ini.

Diakhir wawancara dia menungkapkan dari versi BNN, kasus Narkoba merupakan isu seksi. Untuk contoh kasus jika harga gula saat ini Rp. 15.000/Kg dibandingkan dengan Shabu harganya kisaran Rp. 2 Miliar perkilo, belum lagi kurir dibayar 100 ribu perorang, pengedar ataupun oknum bandar yang menjalankan bisnis garam china (Shabu-shabu) akan tetapi dampaknya ditimbulkan negatif serta merusak generasi bangsa. BAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *