BKSDA Sulteng : Buaya Cenderung Agresif Dikarenakan Penyempitan Habitat

oleh -
Kepala Seksi Wilayah I dan Ketua Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar, Haruna. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Tengah (Sulteng) menyebutkan buaya di muara sungai Palu akhir-akhir ini cenderung agresif karena adanya penyempitan terhadap habitat buaya.

Hal itu diungkapkan, Kepala Seksi Wilayah I dan Ketua Satgas Penanganan Konflik Satwa Liar, Haruna kepada sultengnews, Minggu (13/12/2020).

“Karena buaya di sungai Palu dan pantai Talise akhir-akhir ini relatif agresif terhadap manusia, hal ini disebabkan karena buaya ini merasa terusik dengan penyempitan habitatnya di sungai dan di muara sungai Palu,”ungkapnya.

Haruna menerangkan, tidak ada tindakan yang perlu dilakukan BKSDA Sulteng. Baginya yang paling penting harus dilakukan adalah penyadartahuan.

“Saya pikir tidak ada tindakan yang harus paling dilakukan, yang perlu dilakukan penyadartahuan. Penyadartahuan terhadap masyarakat bahwa disitu harus ada ekstra hati-hati, karena disitu ada buaya yang dilindungi undang-undang. Selanjutnya, meningkatkan penyadartahuan terhadap masyarakat,”terangnya.

Haruna juga turut prihatin, mewakili BKSDA Sulteng dia menyampaikan keprihatinannya terhadap musibah yang menimpa korban bernama Tasmuri (51) yang diterkam buaya.

Haruna berharap, kejadian ini tidak terulang lagi terhadap masyarakat di Kota Palu, khususnya yang berada di pinggir sungai Palu dan pantai Talise.

Haruna mengaku, BKSDA Sulteng sudah lama mengkhawatirkan hal itu terjadi, karena dua tahun lalu dan tahun kemarin serta minggu lalu pihaknya telah melakukan upaya pencegahan dengan memasang papan himbauan di pinggiran sungai dan pinggiran pantai.

“Kami kemarin memberikan pengetahuan kepada masyarakat yang berada di pinggir sungai dan pinggir pantai untuk tidak mendekati buaya dan ekstra hati-hati melaksanakan aktivitas di sekitar sungai Palu dan pantai Talise,”pungkasnya.

Berdasarkan pantauan sultengnews, tidak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban yang baru saja diterkam buaya, terdapat papan himbauan “AWAS ADA BUAYA” terpampang sebagimana penuturan dari Haruna. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *