BKKBN Sulteng Upayakan Pencegahan Pernikahan Dini Dengan Program Sinergitas Patujua

oleh -
FOTO ILUSTRASI

PALU, SULTENGNEWS.COM – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) berupaya mencegah pernikahan dini dengan program sinergitas Patajua melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Kasubag BKKBN Sulteng, Bramanda Garibaldi mengatakan, program pencegahan penikahan anak termasuk dalam program generasi berencana, di mana pada usia tahun pertama untuk pernikahan menurut BBKBN yaitu usia 21 tahun untuk perempuan dan usia 25 tahun untuk laki-laki.

Bramanda menyebut, dalam upaya penekanan angka pernikahan dini, pihaknya memilki program sinergitas Patujua yang berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, Dinas Pemberdaayan Permpuan dan Perlindungan Anak (P3A), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Kementrian Agama.

“Kita juga punya program sinergitas Patujua dengan Pemrov, Dinas P3A,Kementrian Agama, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan,”ujar Bramanda saat ditemui di kantor BKKB Sulteng, Kamis (23/09/2021).

Bahkan, kata dia, salah satu cara untuk menekan angka pernikahan dini dengan megedukasi peserta didik melalui kurikulum pendidikan. Sementara, di Dinas Kesehatan terkait pencegahan pernikahan dini memiliki porsinya masing-masing.

“Kami melakukan formulanya dengan edukasi dalam kurikulum, kalau di Dinas Kesehatan itu punya porsi masing-masing jadi kita sinergitaskan, kita masuk BNN juga,”ucapnya.

Bram mengaku, untuk pernikahan dini di Sulteng cukup tinggi. Akan tetapi, BKKBN Sulteng pada masa pandemi ini melakukan upaya pencegahan dengan berbagi program menyentuh langsung kepada masyarakat dan program inovasi hingga mendapatkan apresiasi dari BKKBN pusat.

Untuk saat ini, menurut Bram, Sulteng masuk dalam peringkat ke lima pernikahan dini terbesar di Indonesia. Olehnya itu, BKKBN Sulteng berusaha mencegah pernikahan dini dengan program sinergitas Patujua untuk mengoptimalkan pencegahan pernikahan dini.

“Proses pendataan keluarga masih dalam proses scanning, kita dapat dari Ibu Kepala kita masuk 5 besar di Indonesia angka pernikahan dini, meskipun masi ada Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, tapi kami di Sulteng berada di peringkat 5. Jadi dibuatlah program sinergitas ini namanya Patujua (mengoptimalkan pencegahan pernikahan dini),”jelasnya.

Bram juga menerangkan, BKKBN Sulteng meminta ada edukasi sebelum pernikahan di Kementrian Agama juga di Pencatatan Sipil. Selain itu, terdapat program genre yang masukan ke usia remaja, kampus, dan sekolah serta di media sosial dan eloktronik untuk memberikan sosialisasi dan edukasi.

“Tapi memang kami gencar di media sosial karena sekarang jamannya digital. Jadi di media sosial ada program inovatif kami, karena bicara BKKBN kita bicara soal keluarga yang mempunyai remaja itu yang kami edukasi termasuk anak  remajanya, jadi anak remanya termasuk dalam forum genre cukup banyak dan memberikan informasi sesama mereka serta membagikan informasi bersama dan kedua orang tuanya yang tergabung dalam forum gendre ini kami buatkan Whatshapp Group, jadi dari orang tua bisa ke orang tua yang lain,”pungkasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.