Bidikmisi Tak Kunjung Cair, Anggota DPRD Sulteng Akan Datangi Rektor Untad

oleh -
Anggota DPRD Sulteng, Dr. Alimuddin Paada saat menerima massa aksi. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Masalah beasiswa Bidikmisi yang merupakan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah Republik Indonesia menerpa ribuan mahasiswa yang berkuliah di Universitas Tadulako (Untad) Palu.

Pasalnya, pencairan beasiswa Bidikmisi yang seharusnya cari di tanggal 02 Maret 2021. Akan tetapi, sampai sekarang juga belum cair. Alasannya, karena pengajuan pencairan belum diterima di Kemenristek Dikti dan lambat akibat masalah sistem.

Hal itu mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Sulteng, Alimuddin Paada, dia mengatakan, bahwa pihak Untad Palu hanya memberikan usulan terhadap Kementrian terkait.

“Setau saya Untad hanya mengusulkan nama kemudian di verifikasi lagi oleh Untad, misalnya ada mahasiswa yang terlanjur di ajukan tapi dia mampu, maka itu di batalkan utamanya kriteria itu rumahnya dan pendapatan orang tua dan kartu KIP,”ujar Alimuddin Paada kepada sultengnews, Selasa (23/03/2021).

“Kemudian, semua dana itu dari pemerintah pusat jadi tidak melalui rekening Untad, tapi langsung ke rekening mahasiswa,”lanjutnya.

Menurutnya, keterlambatan itu juga diakibatkan perubahan sistem keuangan.

“Karena memang ada perubahan sistem keuangan dari SIMDA menjadi SIPD itu semua (terkendala), jadi tertahan ini,”ucapnya.

Bagi Alimuddin, Untad Palu hanya melakukan verifikasi terhadap mahasiswa yang berhak dan yang tidak berhak menerima beasiswa Bidikmisi.

“Saya bukan membela Untad tapi setau saya kalau Bidikmisi langsung dari Jakarta, Untad hanya verifikasi orang yang mampu atau tidak sesuai dengan persyaratan itu,”tuturnya.

Sebagai bentuk perhatian kepada mahasiswa Untad Palu yang belum menerima bantuan biaya Bidikmisi, Alimuddin berencana akan menanyakan langsung sekaitan kendala itu kepada Rektor Untad Palu.

“Tapi nanti saya tanyakan Untad, kenapa lambat seperti itu,”sebutnya.

Bahkan, Alimuddin akan menemui Rektor Untad karena sudah banyaknya mahasiswa mempertanyakan keterlambatan beasiswa Bidikmisi.

“Saya akan temui Rektor untuk mempertanyakan itu bahwa 7000 mahasiswa mempertanyakan itu atau minimal pembantu rektor,”ungkapnya.

“Bahwa kita memang peduli terhadap masalah yang dialami mahasiswa,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *