Beredar Chat WA dan Bukti Transfer Uang, Ini Tanggapan Pejabat Pemprov Inisial RM

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dugaan adanya jual beli jabatan pada pelantikan pejabat eselon III dan IV pada tanggal 28 April 2022 lalu di Pemerintah Provisi (Pemprov) Sulteng, terus bergulir.

Setelah Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulteng, Asri memberikan keterang pers bahwa BKD sama sekali tidak tahu – menahu isu jual beli jabatan tersebut, kini beredar luas bukti chat WhatsApp (WA) dan transfer sejumlah uang kepada pejabat pemprov inisial RM.

Dalam isi chat WA itu disebutkan, ada tiga orang yang telah menyetor uang kepada pejabat RM dengan jumlah bervariasi. Pertama, inisial PS menyetor Rp33 juta dengan rincian Rp30 juta diterima langsung melalui inisial H.I, sisanya Rp3 juta via transfer.

Kedua, inisial AB menyetor Rp10 juta dengan rincian Rp5 Juta pertama dan Rp5 Juta kedua via transfer. Ketiga, inisial NS menyetor Rp10 juta dengan rincian Rp5 juta terima langsung dan 5 juta via transfer.

Isi chat WA itu diduga dari orang yang ditugaskan mengumpulkan uang kepada pejabat RM, yang meminta agar uang yang telah disetor  dikembalikan karena pejabat yang telah menyetor tidak mendapat undangan pelantikan.

Pengumpul dana itu meminta dikembalikan uang, sebelum orang – orang yang menyetor itu keberatan dan marah kepada dirinya.

Terkait dengan isi Chat WhatsApp dan bukti transfer ini, pejabat RM yang dikonfirmasi redaksi sultengnews.com mengaku, dana yang diterimanya tidak ada kaitanya dengan dugaan jual beli jabatan. Dana itu, bentuk terima kasih dari H.I karena dia menang tender proyek.

“Pak setya itu silahkan telp pak H.I, silahkan bukan urusan saya. Itu transfer itu pak pa H.M minta tolong karena pekerjaan selesai,” tulis RM menjawab konfirmasi sultengnews.com sembari mengirimkan dua nomor H.I ke redaksi sultengnews.com, Sabtu (7/5/2022).

H.I yang dikonfirmasi terkait dengan hal itu, membantah isi chat WhatsApp yang beredar luas itu.

“Jadi itu, tidak betul oke. Menyebut sape nama, itu saya mau cari tau, kau tau siapa yang isi itu, kau harus kasih tau saya supaya saya tuntut balik,” kata H.I melalui sambungan telepon pagi ini, Sabtu (7/5/2022).

“Itu yang menyebut sape nama dari mana kamu dapat itu, apa hanya WA atau orang yang melapor saya tanya kau. Itu siapa yang kirim dengan kau, sebut depe nama,” serganya.

“Jadi tidak usah dikembangkan, tidak betul itu, selesai,” sambungnya.

“Kau juga harus kasih tau, kita kan belum baku tau ini, bisa saja cuma disuruh orang ini dan itu, iya kan. Saya juga pemain ini, makanya kau juga kalau mau kirim itu hati – hati, kau juga harus tau siapa yang kirim itu ada menyebut sape nama, siapa, saya bisa tuntut balik, mana buktinya menyebut sape nama, mana buktinya. Jadi itu intinya, tidak betul,” tandasnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.