Bekerja Ditengah Pandemi Covid-19, KPU RI Ucapkan Terimakasih Kepada PPDP

oleh -
Divisi Data dan Informasi KPU RI, Viriyan Azis saat menysmpaikan sambutan diacara rakor KPU Se Sulawesi di Aula KPU Sulteng, Jumat (14/08/2020). FOTO : MIFTAHUL AFDAL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Bekerja di tengah pandemi covid-19, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) mengucapkan rasa terimakasih kepada Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) yang terlah melakukan pendataan terhadap pemilih.

Pasalnya, tidak mudah bekerja ditengah situasi bencana non alam yang berdampak mulai dari sendi ekonomi, sosial dan politik seperti sekarang ini.

“Tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) sudah selesai. Saya mengucapakn terimakasih kepada jajaran PPDP KPU kabupaten/kota khususnya Provinsi Sulteng. Kalau rapat dengan PPK dan PPS mohon disampaikan ucapan yang tulus dari KPU RI,” ujar Divisi Data dan Informasi KPU RI, Viriyan Azis dalam sambutannya di rakor KPU Se Sulawesi di Aula KPU Sulteng, Jumat (14/08/2020).

Dikatakan, secara moral dirinya juga sangat khawatir kegiatan coklit dor to dor berdampak kepada pihak lain, dalam hal ini pemilih yang dikunjungi. Namun sampai hari ini kalaupun ada kedukaan, yang celaka dan meninggal dunia itu terjadi bukan karena terpapar covid-19.

“Justru jajaran kita dan ini diakui oleh sejumlah pejabat lain di kementerian dan lembaga tertentu, telah bekerja menjadi contoh nyata menerapkan disiplin protokol kesehatan covid-19 di masyarakat,” ungkapnya.

Viriyan menuturkan, dibanyak tempat pihaknya juga menjadi olok-olokan, tapi sebagaimana yang diketahui, PPDP terus tegar bekerja menerapkan disiplin protokol covid-19.

“Bagi kami kerja-kerja itu bukan semata-mata mendata pemilih, pada konteks sekarang ini, hal itu bukanlah kerja-kerja biasa tapi merupakan kerja-kerja luar biasa,” tuturnya.

“Disaat semua orang memilih di rumah aja, mereka memilih berkeliling dari pintu ke pintu menemui tetangga untuk mendata. Sejatinya mereka yang bekerja selama rentang waktu satu bulan adalah agen perlawanan covid-19,” sambung Viriyan.

Dia juga menerangkan, pemuktahiran data pemilih untuk pemilihan serentak 2020 sudah berada pada tahapan penyusunan DPHP, karena belum lama ini, KPU telah merampungkan kegiatan coklit.

“Kegiatan coklit dilaksanakan sejak 15 Juli sampai 13 Agustus 2020. Kurang lebih 300.000 petugas pemuktahiran data pemilih mendata lebih 100 juta warga negara yang tersebar di 46.745 desa/kelurahan, 4.241 kecamatan, 309 kabupaten/kota dan 32 provinsi, semuanya terangkai dalam negara kesatuan republik Indonesia,” pungkasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *