Begini Tanggapan Kapolsek Tomini Terkait Kegiatan Pesta di Masa PPKM

oleh -
FOTO : ILUSTRASI

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Kepala Sektor (Kapolsek) Tomini, IPDA Jusman Bakri menyebut, dalam pelaksanaan hajatan pesta maupun kegiatan keagamaan yang mengundang halayak ramai perlu mendapatkan rekomendasi dari dari Ketua Satgas Covid Kecamatan yakni Camat setempat dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Kami sudah sampaikan dalam rapat Forkopimcam yang mengundang orang banyak, baik kegiatan keagamaan atau pesta itu harus rekomendasi tertulis dari Camat selaku unsur Ketua Satgas Covid Kecamatan,”ucap IPDA Jusman Bakri kepada sultengnews, Sabtu (24/07/2021).

Dalam hajatan pesta, kata Jumsan, hanya dibolehkan tamu undangan mencapai 50 orang dan konsep acara yang sebelumnya resepsi dirubah menjadi perjamuan.

“Jika pesta dilakukan kita sudah sampaikan kapasitas hanya sampai 50 orang dan acara pesta itu kita upayakan yang dulunya resepsi itu di ubah menjadi perjamuan,”terangnya.

“Untuk kegiatan pesta malam di wilayahnya kami. Kami tiadakan,”lanjut Jusman.

Ketika panitia pelaksana meminta rekomendasi dari Ketua Satgas Covid Kecamatan, maka akan dimintai terlebih dahulu pernyataan di atas materai untuk bertanggungjawab sepenuhnya dalam acara tersebut.

“Jadi mereka sebelum mengajukan izin pesta kepada Ketua Satgas Covid Kecamatan yakni Camat itu kita minta pada panitia pelaksana membuat surat pernyataan di atas materai bahwa mereka bertanggungjawab sepenuhnya atas tindakan kegiatan,”ungkap Jusman.

Jusman juga menegaskan, agar kegiatan yang menguntungkan orang banyak seperti pesta tidak dilakukan pada malam hari dan dilakukan di siang hari dengan waktu yang telah ditentukan.

“Kalau untuk kami menghimbau kegiatan tidak dilakukan sampai malam kalau pun sampai pesta paling tinggi pukul 14.00 Wita, sudah selesai karena saya liat kegiatan yang ada biasanya dimulai pukul 09.00 Wita, karena pelaksanaan pesta juga kebanyakan tidak lama,”jelasnya.

Dalam pertemuan apapun, Jusman mengaku selalu menyampaikan kepada masyarakat dan pemerintah setempat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dengan sesuai prosedur. Karena mungkin, kata dia, masih banyak sebagian masyarakat yang tidak percaya akan adanya covid-19, tapi ketika terkena baru menyadari bahwa covid-19 itu ada.

“Kita tetap menghimbau kepada masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, mungkin kedepannya ketika ada rapat kordinasi untuk pesta kami akan buatkan surat pernyataan apabila terjadi pelanggaran atau klaster baru dalam penyebaran covid-19, maka mereka bertanggungjawab,”ujarnya.

Perpanjangan PPKM, menurut Jusman itu keputusan dari pemerintah, karena yang menentukan dari pemerintah setempat. Pihaknya, kata dia, hanya pelaksana apa yang tertuang dalam surat edaran Bupati pada 14 Juli 2021.

“Pemberlakuan PPKM kemarin sampai 25 Juli 2021, tapi masih menunggu keputusan lebih lanjut lagi apakah ada perpanjangan atau seperti apa itu yanga menentukan dari pemerintah setempat,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.