Begini Penjelasan Asgar Djuhaepa Terkait Sisa Saldo Dana di Kas Perusda Sulteng

oleh -
Pejabat Perusda PT Pembangunan Sulteng, Asgar Djuhaepa. FOTO : MAHFUL/SN

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pejabat Perusahaan Daerah (Perusda) PT. Pembangunan Sulteng, Asgar Djuhaepa menjelaskan bahwa sisa Saldo  dana di Kas Perusda sebesar Rp5 Juta lebih sesuai hasil print out dari Bank adalah saldo buku di Bank Sulteng.

“Saldo yang ada itu hanya saldo buku di dua rekening Bank Sulteng yaitu masing – masing Rp3 Juta lebih dan Rp2 Juta lebih,” jelas Asgar Djuhape melalui pesan WhatsApp kepada sultengnews.com pada Rabu (18/8/2021).

Dikatakan, sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 tahun 2017 tentang penyertaan modal, Perusda PT Pembangunan Sulteng akan mendapatkan dana penyertaan modal sebesar Rp12,5 Miliar yang akan diberikan secara bertahap selama lima tahun dimulai dari tahun 2017, 2018, 2019, 2020 dan 2021.

Dari lima periode penyertaan modal sesuai Perda Nomor 6 tahun 2017, direksi Perusda saat itu baru mengambil tahun 2017, 2018 dan 2019 masing – masing 2017 sebesar Rp2,4 Miliar, 2018 Rp2,5 Miliar dan 2019 Rp2,5 Miliar, sehingga total yang diambil sebesar Rp7,4 Miliar.

Dengan demikian, jika berdasarkan Perda Nomor 6 tahun 2017, PTPS masih memiliki sisa dana sebesar Rp5,1 Miliar dari total Rp12,5 Miliar untuk tahun 2020 dan 2021. Namun hal itu tidak diambil lagi karena masa pandemi Covid-19.

“Jadi dana Rp5,1 Miliar, kita tidak berharap lagi karena gubernur dan wakil gubernur sudah sepakat untuk tidak menggelontorkan dana lagi kepada PTPS (PT Pembangunan Sulteng), tapi akan memberikan support pada PTPS untuk menjalankan usaha-nya itu, sudah merupakan modal kita untuk memajukan PTPS,” papar Asgar Djuhaepa.

Sebelumnya, Asgar Djuhaepa bersama tim asistensi gubernur Ridha Saleh sudah menyampaikan hasil perkembangan pembentukan direksi baru Perusda PT Pembangunan Sulteng kepada Wakil Gubernur (Wagub), Drs. Ma’mun Amir di ruang kerja Wagub pada Kamis (5/8/2021) lalu.

Saat itu, tim asisten gubernur Ridha Saleh menyampaikan bahwa Pelaksana Tugas Direktur Perusahaan Daerah PT. Pembangunan Sulteng sudah bekerja lebih cepat dari target yang ditentukan gubernur dan wakil gubernur. Bahkan struktur pengurus Perusda PT. Pembangunan Sulteng sudah terbentuk dan tinggal menunggu pengesahan dari gubernur.

Asgar Djuhaepa melaporkan bahwa hasil audit tehadap kinerja Perusda selama kurun waktu tahun 2017 -2019 jumlah penyertaan modal sebesar Rp7.4 Miliar. Hasilnya, tahun 2017 dan 2018 mengalami kerugian dan 2019 untung namun rugi lagi tahun 2020.

“Saat ini, saldo PT. Pembangunan Sulteng untuk 3 rekening hanya sisa Rp5 Juta lebih dan itu merupakan saldo awal perusahaan di bank,” kata Asgar Djuhaepa saat itu.

Wakil Gubernur Drs. Mamun Amir saat itu menyampaikan, komitmennya bersama gubernur bahwa kedepan Perusahaan Daerah tidak akan diberikan penyertaan modal lagi dari APBD. Perusahaan Daerah kedepan harus berkontribusi besar dalam peningkatan PAD.

Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Penyertaan Modal untuk perusahaan daerah hanya berupa Pinjam Pakai Aset Daerah seperti Aset Tanah Pemerintah Daerah 10 Ha di Donggala dan Perijinan berupa IUP tentang Pengelolaan Tambang .

“Harapan gubernur dan saya, kedepan Perusahaan Daerah jangan mengulangi kebijakan dalam hal mengharapkan ada dana penyertaan modal dari APBD. Kita berharap kedepan, Perusda harus dikelola orang – orang yang profesional, supaya Perusahaan Daerah bisa memberikan pemasukan kepada PAD dan pembangunan daerah,” tandas Wagub. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.